Peta Kekuatan Masih Merata

44
BANYAK KEJUTAN: Regu putra SD Negeri Batursari 5 yang pernah juara bakal menurunkan komposisi pemain berbeda karena ada siswanya sudah lulus. Banyaknya siswa andalan sekolah yang sudah lulus bakal menyajikan pertandingan kali ini diwarnai kejutan (TAUFIQ RIKOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANYAK KEJUTAN: Regu putra SD Negeri Batursari 5 yang pernah juara bakal menurunkan komposisi pemain berbeda karena ada siswanya sudah lulus. Banyaknya siswa andalan sekolah yang sudah lulus bakal menyajikan pertandingan kali ini diwarnai kejutan (TAUFIQ RIKOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK – Banyaknya siswa tim bulutangkis yang sudah lulus membuat peta kekuatan tim sekolah diprediksikan berubah. Hal ini akan membuat persaingan dalam perebutan juara sekolah yang berlaga dalam Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI Se-Kabupaten Demak tahun 2017 akan lebih seru.

Menurut Panitia Pertandingan, Zulham Afandi, tim sekolah yang menjadi juara tahun 2015, tidak akan diperkuat pemain andalannya karena siswa tersebut sudah lulus. Juara pertama putra SDN Batursari 5, masih akan memainkan Iyan Pius Priambudi. Teman satu regunya yang turun saat kejuaraan tahun 2015, Dolorosa Tegar Abdie Jehova dan Yanuar Ilham Priyanto, sudah lulus. Sementara, juara putri SDN Batursari 7, pada kejuaraan kali ini justru tidak terdaftar dalam data peserta.

“Jadi pada kejuaraan beregu antara SD/MI yang kedua ini juga belum bisa ditentukan siapa yang difavoritkan. Hal ini karena komposisi pemainnya berubah. Apalagi jeda pelaksanaan kejuaraan ini kan dua tahun, masanya cukup lama,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Zulham, dalam penentukan bagan pertandingan, dilakukan sistem undian. Bukan pembagian unggulan seperti yang berjalan dalam kejuaraan tingkat Kabupaten atau Kejurkab. “Supaya adil, disepakati penentuan pertandingannya undian,” imbuhnya.

Sementara, tim sekolah SDN Bonangrejo bakal menurunkan dua regu, yang meliputi satu regu putra dan satu regu putri. Oficial SDN Bonangrejo, Jaka Sutrisna, mengatakan, sekolahnya hanya menurunkan masing-masing satu regu karena melihat materi pemain yang dimiliki.

“Untuk saat ini kita nilai hanya bisa mainkan satu regu putra putri. Karena kekuatan pemain memang rata-rata semua. Masing-masing regu berkekuatan 4 pemain. Bisa dikatakan tiga pemain inti dan satu cadangan,” paparnya saat memantau siswanya berlatih di sekolahnya, kemarin.

Mengenai kesempatan meraih juara, Jaka tidak ingin mematok target. Mengingat faktor materi pemain yang ada tidak menonjol. “Harapan kita sederhana, anak-anak yang kita ajak ikut pertandingan ini bisa lebih lebih serius lagi mau bermain bulu tangkis. Kalau minatnya kuat bisa ikut berlatih di klub-klub yang punya program pembinaan terpadu,” jelasnya. (fiq/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here