Perwakilan 9 Negara ASEAN Tanggulangi Bencana

76
SIMULASI : Bupati Demak HM Natsir bersama peserta simulasi penanggulangan bencana dari ASEAN meninjau korban banjir di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SIMULASI : Bupati Demak HM Natsir bersama peserta simulasi penanggulangan bencana dari ASEAN meninjau korban banjir di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Palang Merah Indonesia (PMI) semakin diakui keberadaannya dalam penanggulangan darurat bencana. Sebanyak 20 orang perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana berasal dari 9 negara ASEAN bersama sama mengikuti latihan atau simulasi di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung. Yaitu, perawakilan dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thaliland, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Singapura.

Pelatihan yang diprakarsai PMI Demak dengan negara ASEAN tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan di Pusdiklat PMI Jawa Tengah di Semarang. Ketua PMI Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono MMR mengatakan bahwa simulasi ini sebagai bentuk pembelajaran bagi peserta untuk mengetahui bagaimana PMI dalam melakukan penanggulangan bencana, utamanya bencana banjir. “Peserta dari ASEAN ini ikut berperan aktif menjadi bagian proses simulasi banjir yang dilaksanakan,” katanya.

Simulasi di Desa Kedungmutih ini merupakan  bagian kegiatan dari PMI dalam program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat diwilayah Demak. Menurutnya, ada tiga desa yang sebelumnya didampingi PMI dengan membentuk siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT). Yaitu, Desa Berahan Wetan, Kedungmutih dan Babalan.

Salah satu kegiatan Sibat adalah dilatih membibitkan, menanam dan merawat mangrove. Jumlah yang ditanam sudah mencapai 125 ribu batang mangrove. Dalam simulasi tersebut, peserta diajak meninjau rumah bibit milik Sibat Desa Kedungmutih serta meresmikan reduksi (rumah edukasi silvofishery) serta melakukan penanaman mangrove. “Disini peserta diharapkan dapat belajar bagaimana Palang Merah di suatu negara bekerja, baik saat bencana dan sebelum bencana,” katanya.

Silviana dari ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) mengatakan, simulasi yang dilakukan PMI Demak bersama Palang Merah negara ASEAN lainnya diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat agar mereka tangguh dalam menghadapi bencana. “Ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana ini diperlukan supaya mereka selalu siap siaga,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, dengan adanya simulasi oleh perwakilan negara ASEAN di Desa Kedungmutih tersebut menunjukkan bahwa apa yang dilakukan PMI Demak selama ini menjadi rujukan secara nasional dan negara Asean. “Ini menjadi modal utama dalam menangani bencana termasuk banjir. Apalagi, desa desa di sekitar Kedungmutih sebelumnya mengalami bencana banjir  dan mampu ditangani bersama sama,” ujarnya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here