HASIL KEJAHATAN : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memusnahkan barang bukti tindak pidana kejahatan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, di halaman kantor Kejari, kemarin (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang).
HASIL KEJAHATAN : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memusnahkan barang bukti tindak pidana kejahatan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, di halaman kantor Kejari, kemarin (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memusnahkan berbagai barang bukti tindak kejahatan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Proses pemusnahan dilaksanakan di halaman kantor Kejati Semarang dan disaksikan sejumlah pejabat dari Polrestabes, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rubasan), Pengadilan Negeri (PN), Dinas Kesehatan, Balai POM Semarang dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Jateng, Kamis (12/10).

Barang bukti yang dimusnahkan diantaranya sabu-sabu, ekstasi, ganja dan obat-obatan terlarang seperti trihex dan uang palsu dengan cara dibakar. Sedangkan senjata api (senpi) dengan cara di potong menggunakan gergaji mesin.

“Pemusnahan ini dilakukan atas perintah hakim yang dalam putusannya memerintahkan agar barang bukti dimusnahkan,” kata Kepala Kejari Kota Semarang, Dwi Samudji.

Jaksa yang sebelumnya bertugas sebagai Assisten Kejati Sumatera Barat ini menyebutkan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu-sabu sebanyak 830,2 gram, ribuan obat terlarang termasuk ekstasi dan trihex, serta ganja sebanyak 1 kg lebih. Ada pula alat yang digunakan dalam bisnis narkotika seperti tube urine sebanyak 341 botol, bong sebanyak 106 botol dan pipet sebanyak 76 buah.

“Selain melaksanakan putusan pengadilan, pemusnahan ini juga bukti bahwa kami tidak main-main dalam perang melawan narkotika,” sebut Dwi didampingi Kasi Tipidum, Bambang Rudi Hartoko dan Kasi Tipidsus, Adi H. Wicaksono.

Adapun Senpi yang dimusnahkan sebanyak dua jenis rakitan, dua pistol air soft gun, empat butir peluru tajam, satu proyektil dan satu selongsong.

“Uang palsu yang kami musnahkan yakni pecahan rupiah sebanyak 469 lembar, mata uang Euro sebanyak 453 lembar dan uang dolar sebanyak 112 lembar,” ungkapnya.

Kasi Intelijen Kejari Kota Semarang, Tri Yulianto menambahkan, bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan sejak 2015 hingga sekarang. Pihaknya tidak akan menunggu lama pemusnahan setelah perkaranya memiliki kekuatan hukum tetap. (jks/zal)