Jalan Pelabuhan Niaga Digelontor Rp 13 M

66
LENGANG : Aktivitas penumpang di Pelabuhan Kendal saat akan berangkat ke Kumai, Kalimantan Tengah, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LENGANG : Aktivitas penumpang di Pelabuhan Kendal saat akan berangkat ke Kumai, Kalimantan Tengah, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Pembangunan sarana dan prasarana Pelabuhan Niaga di Pelabuhan Kendal terus dikebut. Hal itu untuk mengejar target agar tahun 2018, bisa menambah pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) yang luar biasa bagi Kendal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Mohammad Toha mengatakan bahwa selain target menyelesaikan break water atau pemecah gelombang, saat ini juga mulai dikerjakan pembangunan akses jalan menunju pelabuhan. Yakni dari pelabuhan penyeberangan menuju pelabuhan niaga sepanjang 700 meter lebih.

Pekerjaan pembangunan jalan pelabuhan di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu ini dilakukan betonisasi dengan anggaran Rp 13,275 miliar. “Anggaran tersebut bersumber dari APBD Pemprov Jateng,” katanya.

Proyek pembangunan akses jalan pelabuhan niaga ini merupakan tahap dua. Yakni lanjutan proyek sebelumnya, tahap satu sepanjang 150 meter. Pembangunan tahap satu sudah dilakukan sekitar dua tahun yang lalu. “Jadi ini hanya meneruskan sisa pekerjaan yang belum terselesaikan,” katanya, Kamis (12/10) kemarin.

Dia mengatakan, panjang jalan yang diperbaiki mencapai 435 meter dengan lebar 12 meter. Konstruksi jalan dibuat dengan cor beton dengan ketebalan 30 sentimeter. “Saat ini masih proses pengerjaan oleh pihak ketiga, PT Rendjani Kontruksi dari Palembang,” tuturnya.

Dikatakan, pekerjaan dimulai sejak 22 September 2017 dengan masa pekerjaan 105 hari atau kurang lebih tiga bulan. Sedangkan masa pemeliharaan 365 hari atau satu tahun. “Selain pembangunan jalan, juga dilakukan pembangunan untuk kantor pengelola pelabuhan niaga,” tutur dia.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Andi Rahmat, menargetkan 2018, pelabuhan niaga bisa beroperasi. Sebab dengan beroperasinya pelabuhan niaga, pelabuhan akan lebih ramai. Kendal tak lagi hanya dikenal sebagai pelabuhan penyeberangan dengan tujuan Kumai, Kalimantan Tengah. Namun dikenal sebagai pelabuhan niaga. “Saat ini ada penambahan rute wisata dengan tujuan Karimun Jawa. Saat pelabuhan niaga sudah beroperasi, tentu Tanjung Kendal akan semakin ramai. Kegiatan pengiriman barang ke kota lain maupun luar negeri dengan jalur laut bisa lewat Kendal,” katanya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here