Ibu Banting dan Bekap Bayi

Setelah Tewas Dibuang ke Got

46

PURWOREJO—Masih ingat kasus temuan bayi di saluran irigasi Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Purworejo pada Jumat (6/10) silam? Fakta anyar menguak, sebelum dibuang ke saluran irigasi, bayi tak berdosa itu dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri, berinisial RNH, warga Desa Binangun.

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya SIK, menjelaskan, hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapatkan petunjuk. Tepatnya, petunjuk dari sampah yang berada di dalam kantong plastik bersama mayat bayi. “Di antara tumpukan sampah, diketahui ada baju seragam yang terdapat nama serta identitas sekolah yang belakangan diketahui milik MA,” kata AKBP Teguh.

Siapa MA? Hasil penelusuran, MA adalah adik kandung tersangka RNH. “Petugas yang mendatangi rumah tersangka, langsung curiga melihat ada perempuan yang lemas, dengan tanda-tanda seperti baru saja melahirkan,” urai Teguh, Kamis (12/10) kemarin.

Di depan penyidik, RNH akhirnya mengakui bahwa bayi yang dibuang itu anak kandungnya. Ia juga mengaku melahirkan secara diam-diam di kamarnya, tanpa sepengetahuan siapapun. Termasuk, keluarganya sendiri.

“Setelah bayi lahir dan menangis sekitar 10 menit, karena takut ketahuan keluarga, RNH lantas membanting bayinya di lantai hingga kepala bayi penyok.” Tak hanya itu, RNH juga membekap wajah bayinya sendiri menggunakan selimut hingga tewas. “Kemudian, bayi dan selimutnya dimasukkan ke dalam sebuah ember,” beber Kapolres.

Pukul 02.00 dini hari, pada saat kondisi sepi, tersangka membungkus bayi bersama plasenta dan sampah-sampah seperti baju sekolah ke dalam plastik hitam. Maksudnya, jika ada seseorang yang melihat atau mencium bau mayat bayi, akan dikira sampah. “Kemudian, kantong plastik yang berisi mayat bayi dan sampah dibuang ke saluran irigasi,” tandasnya. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here