Gardu Pandang Diminta Berkonsep Tradisional

Tyas Anggraeni (IST).
Tyas Anggraeni (IST).

MAGELANG—DPRD Kota Magelang meminta kepada Pemkot agar rencana membangun gardu pandang dengan di gunung Tidar, penuh perhitungan. Kalangan legislatif berharap, pembangunan gardu pandang tetap memperhatikan estetika lingkungan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Magelang, Tyas Anggraeni, Kamis (12/10) kemarin, meminta konstruksi gardu pandang, mampu menjawab keinginan masyarakat terhadap keberadaan tempat wisata yang tengah populer belakangan ini. “Rencana ini sangat bagus dan harus didukung, asal konstruksinya nanti menggunakan konsep tradisional.”

Tyas berpendapat, sangat penting bagi Pemkot untuk mengadaptasi tempat wisata yang kini sedang populer di masyarakat. Tyas optimistis, gunung Tidar mampu memberikan warna tersendiri jika gardu pandang sesuai keinginan pengunjung.

“Yang pasti, pembuatan harus bagus. Kalau perlu spektakuler. Artinya, juga bisa menambah destinasi wisata dan tetap bernuansa alami.” Apalagi, tambah Tyas, di gunung Tidar akan dibangun Monumen Tanah Air Persatuan. Sehingga dua bangunan itu bisa dikombinasikan secara alami, natural, dan apik.

Ketua Komisi A DPRD Kota Magelang, Arifin Mustofa, berpendapat senada. Ia meminta Pemkot benar-benar mengoptimalkan pembangunan gardu pandang serta memberikan efek manfaat yang sangat besar. “Harapannya, dengan adanya gardu pandang, potensi wisata di gunung Tidar bisa optimal dan menambah PAD Kota Magelang dari sektor wisata.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Sigit Widyonindito berwacana gunung Tidar memiliki wahana wisata baru, berupa gardu pandang. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan yang selama ini didominasi para peziarah. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here