98 Aplikasi Batang Jadi Rujukan

KOMPAK : Para pejabat Pemkab Batang dan Pemkab Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur mengabadikan kebersamaan, Kamis (12/10) (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
KOMPAK : Para pejabat Pemkab Batang dan Pemkab Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur mengabadikan kebersamaan, Kamis (12/10) (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG–Kabupaten Batang dikenal memiliki 98 lebih sistem aplikasi yang sifatnya layanan masyarakat berbasis teknologi. Mulai dari layanan e planning, e budgeting, simpelbang, e sakip, e dokuper, e slamet, e hibah bansos, e santunan kematian dan sebagainnya. Sehingga menjadi salah satu percontohan tata kelola pemerintahan menurut KPK.

Hal tersebut yang mendasari Pemkab Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur datang ke Batang untuk melakukan kerjasama dengan Kabupaten Batang dalam hal e government, Kamis (12/10) kemarin.

Bupati Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Deno Kamelus mengatakan bahwa kedatangannya ke Kabupaten Batang setelah mendapat rekomendasi langsung dari KPK RI. “Awalnya kami melakukan kerjasama dengan Pemkot Surabaya, ternyata baru e planning. Kemudian kami mendapatkan rekomendasi dari KPK untuk dapat bekerjasama dengan Batang,” tandas Bupati Maggarai.

Selama ini, kata Deno, pemerintahannya masih bekerja dengan sistem manual. Untuk itu, pihaknya sengaja belajar dari Kabupaten Batang. Namun sebelumnya, pihaknya ingin mengetahui aplikasinya secara teknis, sehingga butuh assessment terkait perangkat lunak dan perangkat kerasnya.

“Kami meminta bantuan, terkait pendalaman program e government, dan bagaimana dapat mengadopsi sistem e government dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Sehingga, apa yang diharapkan dari kerjasama untuk Kabupaten Manggarai, menjadi kenyataan,” harapnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan kegiatan kerjasama tata kelola pemerintahan antara Pemkab Batang dengan Pemkab Manggarai ini, karena Batang menjadi salah satu percontohan tata kelola pemerintahan menurut KPK. “Jadi ini bagian dari percontohan tata kelola pemerintahan dengan menerapkan e-government,” ujar Wihaji.

Beliau menambahkan bahwa Pemkab Batang sudah memiliki kurang lebih 98 sistem aplikasi yang sifatnya layanan dengan teknologi. “Kami saling kerjasama apa saja yang perlu dikonektingkan atau dikerjasamakan bersama-sama yang tujuannya membangun pemerintah yang sudah baik dan agar lebih baik lagi. Dan semoga kerjasama ini terus ditindak lanjuti dan sama-sama belajar, karena masing-masing kabupaten/kota memiliki kelebihan dan kekurangannya,” tandas Wihaji. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here