Yes! PSIS Lolos Delapan Besar

56
HASIL MAKSIMAL: Pemain PSIS Erik Dwi Ermawansyah (biru) ditempel ketat pemain Persibat dalam laga pamungkas babak 16 besar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (11/10) kemarin. (bawah) Rio Saputra melakukan sujud syukur setelah PSIS lolos 8 besar usai mengalahkan Persibat 3-0 (BASKORO SETIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
HASIL MAKSIMAL: Pemain PSIS Erik Dwi Ermawansyah (biru) ditempel ketat pemain Persibat dalam laga pamungkas babak 16 besar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (11/10) kemarin. (bawah) Rio Saputra melakukan sujud syukur setelah PSIS lolos 8 besar usai mengalahkan Persibat 3-0 (BASKORO SETIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

MAGELANG- Tim PSIS Semarang akhirnya berhasil memenuhi ambisi mereka lolos ke babak delapan besar Liga 2 setelah sukses menang 3-0 atas Persibat Batang pada laga pamungkas babak 16 besar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (11/10) kemarin. Atas kemenangan tersbut, tim berjuluk Mahesa Jenar lolos ke babak 8 besar sebagai juara Grup B dengan koleksi 13 poin. Sementara PSMS Medan menemani PSIS lolos sebagai runner up dengan raihan 10 poin setelah sukses menang 0-1 atas Persita di waktu yang sama kemarin.

Tampil di bawah dukungan Panser Biru dan Snex yang datang langsung di Magelang kemarin, Mahesa Jenar sebenarnya tampil cukup tegang di babak pertama yang membuat M Rio Saputro dkk gagal mengkonversikan sejumlah peluang menjadi gol.

SUJUD SYUKUR : Salah satu pemain PSIS, Rio Saputro melakukan sujud syukur di tengah lapangan atas kemenangan 3-0 yang diperoleh PSIS atas Persibat Batang (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SUJUD SYUKUR : Salah satu pemain PSIS, Rio Saputro melakukan sujud syukur di tengah lapangan atas kemenangan 3-0 yang diperoleh PSIS atas Persibat Batang (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Sebaliknya, Persibat yang juga ngotot ingin menang dan mengamankan peluang ke delapan besar justru mampu tampil eksplosif. Kombinasi gelandang cepat mereka yakni Hapidin, Honi Makruffan dan Ishak Djober sempat membuat repot barisan pertahanan PSIS.

Gol yang ditunggu-tunggu PSIS datang di menit ke-36. Set piece Taufik Hidayat dari sisi kanan pertahanan Persibat gagal dibendung dengan baik oleh kiper Janurwanda. Persibat sebenarnya sempat membalas, namun sayang gol Honi Makrufan di menit ke-37 dianulir wasit Kuspriyanto karena dianggap lebih dulu terjebak dalam posisi offside.

Pertandingan sempat terhenti beberapa menit lantaran pemain dan official Persibat melakukan protes keras terhadap Asisten Wasit 1, Budi Santoso, yang menganggap Honi Makrufan berada dalam posisi onside saat mencetak gol, meski akhirnya keunggulan  PSIS 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, baik PSIS maupun Persibat masih nyaman dengan komposisi masing-masing. Bedanya, di babak kedua PSIS sudah mampu tampil lepas dan langsung agresif sejak awal. Hasilnya, baru dua menit laga babak kedua berjalan, Erik Dwi Ermawansyah mampu menggandakan keunggulan Mahesa Jenar menjadi 2-0 setelah sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang Persibat.

Erik kembali berkontribusi untuk gol ketiga PSIS setelah mampu memberikan assist kepada M Rio Saputro yang sukses mencetak gol melalui sundulan kepalanya di menit ke-58 dan membawa PSIS unggul 3-0.

Pasca gol Rio pertandingan sempat kembali berjalan monoton. Hujan deras yang mengguyur Stadion Moch Soebroto juga membuat kedua tim sulit mengembangkan permainan yang membuat skor 3-0 untuk keunggulan PSIS bertahan hingga laga usai.

Head coach PSIS, Subangkit, mengakui, timnya sempat kesulitan di awal laga. Apalagi tipikal permainan cepat yang ditunjukkan oleh skuad asuhan coach Daniel Roekito membuat PSIS harus ekstra fokus sepanjang pertandingan.

“Persibat tim bagus, mereka memiliki pemain bertipikal pelari hampir di semua lini. Itu yang membuat kami cukup kerepotan baik di pertemuan pertama lalu maupun di pertandingan tadi (kemarin, Red). Beruntung, kami bisa main sabar dan akhirnya menang,” beber Subangkit.

Sejumlah evaluasi, kata Subangkit, juga masih akan terus dilakukan menghadapi babak 8 besar yang akan berlangsung pada 20-26 Oktober 2017 mendatang. ”Semua lini akan kami evaluasi untuk mendapatkan performa lebih baik lagi,” katanya.

Di kubu Persibat, Asisten Pelatih Abdul Mungin sedikit menyesalkan keputusan wasit Kuspriyanto yang menganulir gol Honi Makrufan yang membuat timnya cukup terpukul sepanjang sisa pertandingan kemarin.

“Mental anak-anak cukup down ketika wasit menganulir gol kami, padahal menurut kami Honi dalam posisi onside. Tapi apapun, anak-anak sudah kerja keras dan memberikan hasil terbaik,” beber Abdul Mungin. (bas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here