Ratusan Guru PNS Segera Pensiun

AUDIENSI GURU : Pengurus PGRI Batang saat bertemu Bupati Batang Wihaji, curhat terkait keberadaan guru di Batang yang semakin menipis jumlahnya (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
AUDIENSI GURU : Pengurus PGRI Batang saat bertemu Bupati Batang Wihaji, curhat terkait keberadaan guru di Batang yang semakin menipis jumlahnya (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Ratusan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Kabupaten Batang, dipastikan tahun 2018 memasuki masa pensiun. Sehingga Batang mengalami krisis tenaga pengajar, karena pengangkatan guru PNS masih belum bisa dilakukan saat ini.

“Banyak guru yang diangkat saat masa Inpres, sehingga mereka secara masal akan pensiun bareng,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, Wahyusin, Rabu (11/10) kemarin.

Ditambahkan, selain akan terjadi krisis guru, saat ini untuk rasio pengajar, antara guru PNS dan Wiyata Bakti (WB) sudah tidak seimbang. Bahkan jumlah guru WB separuh dari guru PNS yang masih aktif. Karena itulah, pihaknya prihatin dengan kesejahteraan anggotanya tersebut.

“PGRI Batang berupaya melakukan terobosan untuk memperjuangkan nasib para tenaga Wiyata Bhakti yang sudah mengabdi sejak lama agar bisa diangkat. Atau status guru WB bisa diakui Pemkab, syukur-syukur bisa dibuatkan Surat Keputusan (SK) Bupati,” harap Wahyusin.

Atas harapan tersebut, Bupati Batang, Wihaji, berjanji akan mengusulkan adanya penambahan aparatur sipil negara (ASN) khususnya tenaga pendidik kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen-PAN). “Mengenai masalah kekurangan tenaga pengajar, kami berjanji akan ikut memperjuangkan dan sudah diusulkan ke Kemen-PAN untuk penambahan tenaga ASN tenaga pendidikan,” katanya.

Terkait masalah usulan PGRI terhadap tenaga wiyata bhakti dapat diberi SK Bupati, kata dia, pada prinsipnya Pemkab menyetujui asal tidak membebani anggaran. “Masalah guru WB, saya sudah mengusulkan. Akan tetapi karena beban yang terlalu besar, belum bisa muncul pada anggaran tahun ini,” katanya.

Ditambahkan Wihaji, nantinya SK yang diberikan pada wiyata bhakti bisa digunakan untuk sertifikasi maupun yang lain. Namun dengan syarat, keberadaan tenaga wiyata bhakti benar-benar ada dan dibutuhkan sesuai dengan keahliannya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here