Pabrikan Diminta Beli Tembakau Petani

Agar Bisa Menutup Utang

TENTUKAN MUTU: Proses penentuan grade tembakau di salah satu gudang pabrik di Temanggung. Pihak pabrik rokok diminta membeli tembakau petani, termasuk yang belum selesai dipanen (DOK AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
TENTUKAN MUTU: Proses penentuan grade tembakau di salah satu gudang pabrik di Temanggung. Pihak pabrik rokok diminta membeli tembakau petani, termasuk yang belum selesai dipanen (DOK AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG –Musim panen tembakau saat ini, masih ada 30 persen tembakau yang belum dipetik oleh petani atau masih berada di ladang. Padahal hujan sudah mulai turun. Akibatnya, petani khawatir sisa hasil panen terakhir nanti, tidak terbeli oleh pabrikan.

Melihat realitas demikian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Matoha meminta pabrikan membeli semua hasil panen petani. “Kami minta, pabrikan seperti PT Djarum, PT Gudang Garam dan pabrikan lainnya, membeli semua hasil panen petani,” pinta Matoha di kantornya, kemarin.

Berdasarkan pengamatan Matoha, tembakau yang sudah dipetik namun belum terbeli masih ada sekitar 35 persen. Adapun tembakau yang masih di ladang atau belum dipanen sekitar 30 persen, bahkan di lereng Sumbing bagian selatan, seperti di wilayah Tembarak dan Selopampang 50 persen belum dipanen.

“Memang di wilayah Tembarak dan Selopampang, panennya telat dibanding wilayah lain. Kami berharap kepada pabrikan untuk untuk membeli semua tembaku petani, baik yang belum dipanen atau yang sudah dipanen (timbun),” harapnya.

Matoha mendesak pabrikan untuk membeli semua hasil panen tembakau petani, bukan tanpa alasan. Pasalnya, dua tahun terakhir (tahun 2015-2016) panen tembakau kurang mengembirakan dan masih banyak yang terlilit utang. “Jika hasil panen tahun ini terbeli semua, setidaknya para petani bisa menutup utang dua tahun silam. Sekaligus untuk persiapan musim tanam tahun depan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, PT Djarum membeli dengan harga Rp 85 ribu untuk grade D plus, sedangkan untuk grade E di kisaran harga Rp 100-115 ribu. Sementara di PT Gudang Garam untuk grade D dibeli Rp 90 ribu dan grade E bisa mencapai Rp 200 ribu.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa gudang tembakau 18 September 2017 lalu, Bupati Temanggung Bambang Sukarno meminta agar jangan ada tembakau luar yang masuk ke Temanggung pada musim panen tahun ini. “Saya menekan tembakau dari luar yang masuk ke Temanggung. Harapannya, tembakau asli Temanggung musim panen ini, bisa terserap semua oleh pabrikan,” kata Bambang.

Bambang meminta kepada pabrikan untuk mempercepat pembelian tembakau kepada petani. Harapannya, semua pembelian pada Oktober telah rampung.

Koordinator Kemitraan PT Djarum Dawam menuturkan, kualitas tembakau pada awal masa panen Juli lalu, kurang bagus karena kondisi cuaca waktu itu masih ada hujan. Namun memasuki Agustus, kualitasnya mulai membaik. “Kita membeli sesuai kapasitas produksi kita. Saya yakin target 6000 ton bisa terpenuhi.”

Dawam melanjutkan, pada musim panen tahun ini, hal yang dikhawatirkan adalah datangnya tembakau dari luar Temanggung. Sebab, kualitas tembakau dari luar daerah, beda jauh dengan tembakau asli Temanggung. (san/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here