Pabrikan Diminta Beli Tembakau Petani

Agar Bisa Menutup Utang

186
TENTUKAN MUTU: Proses penentuan grade tembakau di salah satu gudang pabrik di Temanggung. Pihak pabrik rokok diminta membeli tembakau petani, termasuk yang belum selesai dipanen (DOK AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
TENTUKAN MUTU: Proses penentuan grade tembakau di salah satu gudang pabrik di Temanggung. Pihak pabrik rokok diminta membeli tembakau petani, termasuk yang belum selesai dipanen (DOK AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG –Musim panen tembakau saat ini, masih ada 30 persen tembakau yang belum dipetik oleh petani atau masih berada di ladang. Padahal hujan sudah mulai turun. Akibatnya, petani khawatir sisa hasil panen terakhir nanti, tidak terbeli oleh pabrikan.

Melihat realitas demikian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Matoha meminta pabrikan membeli semua hasil panen petani. “Kami minta, pabrikan seperti PT Djarum, PT Gudang Garam dan pabrikan lainnya, membeli semua hasil panen petani,” pinta Matoha di kantornya, kemarin.

Berdasarkan pengamatan Matoha, tembakau yang sudah dipetik namun belum terbeli masih ada sekitar 35 persen. Adapun tembakau yang masih di ladang atau belum dipanen sekitar 30 persen, bahkan di lereng Sumbing bagian selatan, seperti di wilayah Tembarak dan Selopampang 50 persen belum dipanen.

“Memang di wilayah Tembarak dan Selopampang, panennya telat dibanding wilayah lain. Kami berharap kepada pabrikan untuk untuk membeli semua tembaku petani, baik yang belum dipanen atau yang sudah dipanen (timbun),” harapnya.

Matoha mendesak pabrikan untuk membeli semua hasil panen tembakau petani, bukan tanpa alasan. Pasalnya, dua tahun terakhir (tahun 2015-2016) panen tembakau kurang mengembirakan dan masih banyak yang terlilit utang. “Jika hasil panen tahun ini terbeli semua, setidaknya para petani bisa menutup utang dua tahun silam. Sekaligus untuk persiapan musim tanam tahun depan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here