Miris Literasi Indonesia Masih Rendah Phapros Resmikan Dua Unit Taman Bacaan

478

SEMARANG–PT Phapros, Tbk., meresmikan dua unit taman bacaan di Balai Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dua taman bacaan ini sebagai komitmen anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.

Direktur Utama PT. Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami mengatakan, rendahnya peringkat literasi di Indonesia perlu ditingkatkan melalui berbagai cara, seperti membangun taman bacaan di daerah – daerah agar generasi muda bisa memiliki pengetahuan yang luas. Program ini sejalan dengan nawacita pemerintah melalui pembangunan Indonesia di pedalaman atau perbatasan. Gerakan ini diutamakan dengan membangun “Seribu Taman Bacaan Masyarakat di seluruh Indonesia”.

Central Connecticut State University di Amerika Serikat merilis peringkat literasi Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara dengan peringkat literasi terbaik. Peringkat Indonesia hanya satu tingkat di atas Botswana, sebuah negara di kawasan Afrika bagian selatan.UNESCO juga pernah merilis data yang menyebutkan bahwa minat baca bangsa Indonesia hanya 0,001persen yang berarti dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 yang rajin membaca.

“Ini yang membuat kami miris dan tergerak untuk membantu pemerintah meningkatkan peringkat literasi Indonesia, dimulai dari lingkungan sekitar kami,” ujar Emmy, panggilan akrab Direktur Utama PT Phapros Indonesia Tbk.

Ditambahkan Emmy , kondisi ini makin parah karena bangsa Indonesia  juga suka menonton daripada membaca. Hal itu yang memperparah tingkat literasi Indonesia  di dunia. Padahal, semakin baik tingkat literasi suatu bangsa,  bisa mendorong kemajuan perekonomian bangsa tersebut.

“Saat ini juga banyak berita bohong (hoax) yang tersebar dibanyak media, terutama media sosial. Salah satunya penyebabnya adalah rendahnya literasi masyarakat, dan kami ingin generasi muda lebih banyak membaca bukan bermain gawai (gadget),” jelas Emmy.

Adapun warga yang menerima manfaat dari program taman bacaan ini adalah warga Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang dan warga Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Taman bacaan yang berlokasi di Balai Desa Klepu dan Lembaga Pendidikan Ma’Arif – MI AL – Mustajab Kelurahan Pringapus ini akan dikelola oleh para guru dan masyarakat sekitar.

Dalam mendirikan dua unit taman bacaan tersebut, Phapros juga bekerjasama dengan PT. Balai Pustaka (Persero). Direktur Utama Balai Pustaka, Saiful Bahri mengatakan, pembangunan taman bacaan ini merupakan sinergi BUMN dalam rangka membantu pemerintah untuk mencerdaskan bangsa.(tya)