Lapas Pekalongan Tampung 5 Napi Terhukum Mati

135
BERI PENGARAHAN : Sejumlah napi baru yang pindahan dari Lapas Cipinang ke Lapas Kelas 2A Pekalongan mendapatkan pembinaan di Lapas Pekalongan (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERI PENGARAHAN : Sejumlah napi baru yang pindahan dari Lapas Cipinang ke Lapas Kelas 2A Pekalongan mendapatkan pembinaan di Lapas Pekalongan (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

PEKALONGAN-Pasca mendapatkan tambahan napi baru dari Lapas Cipinang, kini Lapas Kelas 2A Pekalongan menampung 5 napi terhukum mati. Selain itu, juga ada 3 napi yang akan menjalani hukuman seumur hidup.

Kepala Lapas Kelas 2A Pekalongan, M Hilal mengatakan bahwa kelima napi terhukum mati, sejak awal langsung diberikan penanganan khusus. Dari semua terhukum mati dan terhukum seumur hidup, semuanya terjerat kasus narkoba.

“Kami langsung memberikan pembinaan kepada napi hukuman mati agar tetap tenang dan memasrahkan hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya, Rabu (11/10) kemarin.

Ditambahkan Hilal, sejak awal pihaknya sudah diberitahu akan mendapatkan tambahan napi sebanyak 200 orang. Dan tambahan 100 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) kasus narkoba dari Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta, sudah diserahkan pada Rabu (27/9) lampau.

“Rencananya, 100 napi lagi sebenarnya akan diserahkan Senin (9/10) kemarin. Namun karena di Jakarta juga sedang melakukan pergantian beberapa pimpinan, maka ditunda minggu depan,” jelasnya.

Dengan adanya penambahan jumlah napi tersebut, otomatis kapasitas Lapas Pekalongan akan semakin sempit. Karena ada 200 tambahan napi baru limpahan dari Lapas Cipinang. Namun ditegaskan Hilal bahwa total kapasitas Lapas Kelas 2A Pekalongan bisa menampung 800 orang. Dengan memiliki luas tanah 72.000 meter2, luas aangunan 19.202 meter2 kini, memiliki 76 pegawai termasuk diantaranya 41 petugas kemananan. “Sejak ada tambahan napi, kami telah menampung 669 orang atau baru 84 persen,” jelasnya.

Karena itulah, pihaknya berupaya melakukan antisipasi dengan mengondisikan lingkungan dan penghuninya. Termasuk kesiapan sarana dan prasarana, maupun fasilitas kesehatan. “Yang jelas, penghuni baru akan kami berikan pemahaman. Karena kondisi di Pekalongan akan berbeda dengan kondisi lapas di ibu kota,” ujarnya.

Selain itu, sebut Hilal, terkait napi warga negara asing , pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Imigrasi setempat, walaupun tidak harus melakukan pelaporan terus. Karena kewenangan selama menjalani masa hukuman masih berada di pihak Lapas. “Bagi napi asing, jika sudah dinyatakan bebas, baru kami koordinasikan dengan Imigrasi. Hal itu, untuk mengurus deportasi dan lain sebagainya. Namun selama masih dihukum, menjadi kewenagan kami,” ucapnya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here