Kuatkan Pembangunan Sektor Pendidikan

Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen

278
INFRASTRUKTUR: Pembangunan talut jalan di Desa Lemah Ireng yang saat ini masih berjalan sebagai wujud pelaksanaan APBDes 2017 (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
INFRASTRUKTUR: Pembangunan talut jalan di Desa Lemah Ireng yang saat ini masih berjalan sebagai wujud pelaksanaan APBDes 2017 (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEKTOR pendidikan di Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, masih perlu ditingkatkan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah desa untuk meningkatkan pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di desa tersebut agar lebih berkualitas.

“Pembangunan tersebut kami wujudkan melalui dana APBDes, dengan merenovasi gedung PAUD dan TPQ. Selain itu, membelikan piranti belajar kepada siswa di sekolah,” ujar Kepala Desa (Kades) Lemah Ireng, Kabul Widodo, Rabu (11/10).

Ide pembangunan SDM melalui sektor pendidikan diakui Kabul juga berdasarkan dukungan dari warga setempat. Pada mulanya, banyak warga yang mengusulkan jika pembangunan jangan hanya dipusatkan di sektor infrastruktur saja. Melainkan sektor lain yaitu kesehatan dan pendidikan.

Sehingga PAUD dan TPQ tersebut didirikan. Adapun pengelolanya yaitu pemerintah desa itu sendiri. Selain PAUD dan TPQ, guna meningkatkan kualitas SDM setempat, juga dibangun Perpustakaan Desa (Perpusdes).

“Seperti apa yang tertera di APBDes kami di 2017 kami Dana Desa (DD) mendapatkan Rp 834 juta, kemudian untuk alokasinya mayoritas masuk ke infrastruktur sebagian ke pendidikan. Kalaupun di bagian lain sedikit kesehatan juga kami alokasikan,” katanya.

Pembangunan SDM melalui sektor pendidikan tersebut, dikatakan Kabul, sesuai dengan visi dan misi Bupati Semarang Mundjriin dan Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Bahwa pendidikan merupakan pondasi dasar dalam pembangunan kualitas SDM.

“Sesuai dengan visi misi pak bupati bahwa dasar untuk mencapai kemakmuran lebih fokus kepada infrastruktur dan pendidikan,” tuturnya.

Meski dampak tersebut tidak bisa dirasakan dalam jangka waktu dekat, namun akan dapat dirasakan pada waktu mendatang.

“Perpusdes tahun ini belum kami anggarkan secara penuh. Hanya saja, kami sudah tugaskan satu dua orang untuk mengurusi dan mengelolanya. Sesuai pagu, kami anggarkan honor mereka perbulannya,” ujarnya.

Perpusdes tersebut dibuka setiap hari. Lokasinya sendiri bersebelahan dengan Kantor Kepala Desa Lemah Ireng. “Walaupun sudah ada Perpusdes, minat membaca masih kurang,” katanya.

Meski begitu, perpusdes tersebut justru banyak dimanfaatkan oleh petani dari warga setempat. Banyak dari mereka yang mencari informasi tentang tata cara pola tanam yang ideal. Selain itu, pengelolaan dan produk UMKM yang bisa diaplikasikan warga di Desa Lemah Ireng.

“Kalau memungkinkan, ada pihak yang peduli dengan Perpusdes dan memberikan bantuan buku, kami merasa terbantu. Ada pula dari mahasiswa yang sudah disumbangkan ke kami. Seperti buku pertanian,” ujarnya. (ewb/zal)