Bupati Bangun Tiga Jembatan Penting

344
PERCEPAT PEMBANGUNAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memantau pembangunan Jembatan Karangjati dan Jembatan Begal, Rabu (11/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PERCEPAT PEMBANGUNAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memantau pembangunan Jembatan Karangjati dan Jembatan Begal, Rabu (11/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam tahun 2017 ini, telah membangun tiga jembatan di tiga kecamatan, yakni Jembatan Karangjati di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa, Jembatan Begal di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan dan Jembatan Kaligenteng di Kandangserang. Hal itu sebagai salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi lonjakan pengendara karena adanya pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ketiga jembatan yang dibangun adalah, Jembatan Karangjati di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Jembatan Begal di Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, dan Jembatan Kaligenteng di Kecamatan Kandangserang.

“Pembangunan jembatan ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurai terjadinya kemacetan di beberapa tempat,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Rabu (11/10) kemarin.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Karangjati dananya bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2017 sebesar Rp 7,8 miliar. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Wiradesa dan Kedungwuni. Biasanya, para pedagang yang hendak ke Pasar Wiradesa atau Pasar Kedungwuni harus memutar, maka jembatan tersebut solusinya.

“Saya pastikan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut berjalan lancar dan progresnya sesuai dengan yang kita harapkan. Saat ini, dalam tahapan penancapan tiang-tiang pancang sebanyak 15 unit. Bahkan sudah 75 persen untuk penancapan dan sebentar lagi selesai,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan bahwa Jembatan Karangjati fungsinya sangat penting, disamping menghubungkan jalan beberapa kecamatan, juga akan meningkatkan fungsi jalan milik Kabupaten Pekalongan. Sehingga jalan kabupaten, berfungsi mengurangi kepadatan jalur Kedungwuni ke Pekalongan yang saat ini sudah sangat padat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here