Bupati Bangun Tiga Jembatan Penting

PERCEPAT PEMBANGUNAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memantau pembangunan Jembatan Karangjati dan Jembatan Begal, Rabu (11/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PERCEPAT PEMBANGUNAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memantau pembangunan Jembatan Karangjati dan Jembatan Begal, Rabu (11/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam tahun 2017 ini, telah membangun tiga jembatan di tiga kecamatan, yakni Jembatan Karangjati di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa, Jembatan Begal di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan dan Jembatan Kaligenteng di Kandangserang. Hal itu sebagai salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi lonjakan pengendara karena adanya pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ketiga jembatan yang dibangun adalah, Jembatan Karangjati di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Jembatan Begal di Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, dan Jembatan Kaligenteng di Kecamatan Kandangserang.

“Pembangunan jembatan ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurai terjadinya kemacetan di beberapa tempat,” kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Rabu (11/10) kemarin.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Karangjati dananya bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2017 sebesar Rp 7,8 miliar. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Wiradesa dan Kedungwuni. Biasanya, para pedagang yang hendak ke Pasar Wiradesa atau Pasar Kedungwuni harus memutar, maka jembatan tersebut solusinya.

“Saya pastikan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut berjalan lancar dan progresnya sesuai dengan yang kita harapkan. Saat ini, dalam tahapan penancapan tiang-tiang pancang sebanyak 15 unit. Bahkan sudah 75 persen untuk penancapan dan sebentar lagi selesai,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan bahwa Jembatan Karangjati fungsinya sangat penting, disamping menghubungkan jalan beberapa kecamatan, juga akan meningkatkan fungsi jalan milik Kabupaten Pekalongan. Sehingga jalan kabupaten, berfungsi mengurangi kepadatan jalur Kedungwuni ke Pekalongan yang saat ini sudah sangat padat.

Di samping itu, jembatan dan jalan tersebut juga akan menghubungkan jalan dari Wiradesa menuju Buaran dan ke Kota Pekalongan, atau sebaliknya. Sehingga fungsinya bukan hanya mempercepat akses jalan, namun juga mengurangi kemacetan yang selama ini sering terjadi.

“Dengan adanya jalan tol, nanti akan ada interchange di Bojong. Maka jalan ini sangat strategis dan sudah kami rancang sejak dulu. Alhamdulillah, sudah kami laksanakan dan mudah-mudahan berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, Jembatan Begal yang terletak di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan, masuk proyek APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2017 dengan nilai Rp 6 miliar. Adapun fungsi utama dari Jembatan Begal, untuk menunjang perekonomian masyarakat Kecamatan Sragi, yang berada di sebelah barat jembatan dan masyarakat Kecamatan Wiradesa di sebelah timur jembatan.

“Jembatan ini akan mempersingkat mobilisasi warga dari desa-desa di Kecamatan Sragi ke kota lewat Wiradesa dan Kajen, maka jalur ini sangat penting. Oleh karena itu, saya pastikan pada tahun anggaran ini, Jembatan Begal bisa direalisasikan,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here