Beberapa Kata Indonesia Serapan Bahasa India

BAGI ILMU : Dosen sekaligus praktisi bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) dari Universitas Jawaharlal Nehru, New Delhi, India, Prof. Dr. Gautam Kumar Jha, Ph.D, menyampaikan paparan dalam academic sharing pengajaran BIPA, Senin (9/10) malam lalu (Humas Untidar for JP Radar Kedu).
BAGI ILMU : Dosen sekaligus praktisi bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) dari Universitas Jawaharlal Nehru, New Delhi, India, Prof. Dr. Gautam Kumar Jha, Ph.D, menyampaikan paparan dalam academic sharing pengajaran BIPA, Senin (9/10) malam lalu (Humas Untidar for JP Radar Kedu).

MAGELANG – Kedekatan sejarah, budaya dan bahasa antara Indonesia dengan India sangat intim. Terlebih, banyak bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa India. Faktor kedekatan itulah, di India sendiri ada universitas yang khusus membuka program Bahasa Indonesia.

“Indonesia-India seperti saudara kandung, we are like brotherlike siblings. Dari zaman dahulu, mulai dari zaman epos Ramayana Mahabarata, zaman perdagangan kuno, hingga saat ini kita menjalin hubungan yang baik,” kata dosen sekaligus praktisi Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) dari Universitas Jawaharlal Nehru, New Delhi, India, Prof. Dr. Gautam Kumar Jha, Ph.D, dalam acara academic sharing pengajaran BIPA, Senin (9/10) malam lalu di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa, Universitas Tidar.

Prof  Gautam Kumar menjelaskan, dirinya mulai menekuni sejarah, budaya serta bahasa Indonesia pada tahun 2003. Sampai saat ini, Prof Gautam mengaku, telah menerbitkan 27 jurnal internasional yang hampir setengahnya membahas tentang Indonesia.

Kedekatan sejarah, budaya dan bahasa, menurut dia, membuat orang Indonesia akan selalu disambut dengan tangan terbuka di India. Prof Gautam mengatakan, dirinya mempelajari Bahasa Indonesia serta mengajarkannya di India. “Memang baru 1 atau 2 universitas yang membuka program bahasa Indonesia. Tetapi tidak berarti tidak akan berkembang nantinya,” paparnya.

Prof Gautam menjelaskan, beberapa bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa India seperti acar, candu, jaya, raja, dan lainnya. Serapan kata tersebut, menurut Prof Gautam, merupakan salah satu bukti eratnya hubungan India dan Indonesia.

“Nama bapak Rektor ‘Cahyo’ dalam bahasa India merupakan past tense dari cahya. Dalam bahasa India, cahyo berarti sunset atau matahari tenggelam,” jelasnya.

Kepala UPT Bahasa Universitas Tidar, Dr. Farikah, M.Pd, mengatakan, tujuan academic sharing kali ini adalah meningkatkan pemahaman pengajaran BIPA di tingkat internasional bagi dosen maupun mahasiswa, baik dari prodi bahasa atau diluar bahasa.

“Ke depan UPT Bahasa akan merintis program-program pengajaran BIPA di Untidar dan kesempatan bertemu dan sharing ilmu dengan Prof. Gautam tentunya menjadi awalan kerja sama juga Untidar khususnya UPT Bahasa dengan Universitas Jawaharlal Nehru, New Delhi, India,” pungkas Farikah.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd, mengapresiasi kerjasama UPT Bahasa dengan Universitas Jawaharlal Nehru India dalam program BIPA.

“Bahasa Indonesia beliau cukup lancar, saya cukup terkejut. Pastinya menjadi praktisi BIPA di India bukanlah hal yang mudah, maka dalam acara ini tentunya kita dapat belajar serta berbagi ilmu tentang bagaimana pengajaran BIPA di luar negeri terutama India,” kata Cahyo. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here