Antisipasi Narkoba, Polair Periksa Kapal

50
PEMERIKSAAN: Kasatpol Air Polres Kendal Iptu Ruslan bersama Supervisor PT ASDP Indonesia Fery cabang Jepara perwakilan Kendal Imron saat memeriksa barang di Pelabuhan Kendal, Rabu (11/11) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PEMERIKSAAN: Kasatpol Air Polres Kendal Iptu Ruslan bersama Supervisor PT ASDP Indonesia Fery cabang Jepara perwakilan Kendal Imron saat memeriksa barang di Pelabuhan Kendal, Rabu (11/11) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Kendal memeriksa seluruh barang bawaan penumpang kapal motor penyeberangan (KMP) Kalibodri di Pelabuhan Kendal, Rabu (11/10). Pemeriksaan kapal dengan rute Kendal – Kumai (Kalimantan Tengah) ini untuk mengantisipasi masuk dan keluarnya barang berbahaya dan ilegal seperti narkotika di Pelabuhan Kendal.

Pemeriksaan dilakukan bersama petugas dari PT ASDP Indonesia Fery Cabang Jepara Perwakilan Kendal. Selain mengecek barang bawaan penumpang, petugas juga mengecek truk pengangkut barang yang akan berangkat ke Kumai. Selain itu petugas, juga memeriksa surat kelengkapan perjalanan.

Kasat Polair Polres Kendal, IPTU Ruslan mengatakan pemeriksaan ini juga upaya pengamanan di Pelabuhan Kendal. “Pemeriksaan ini untuk memastikan barang yang mereka bawa di kapal maupun turun dari kapal bukanlah barang ilegal. Sebab pelabuhan saat ini menjadi pintu utama keluar masuknya barang ilegal maupun narkoba,” tandasnya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semarang dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal. Masyarakat juga diminta aktif melapor bila melihat kapal yang masuk ke perairan Kendal. “Pengamanan dan pemeriksaan ini tidak hanya kami lakukan di Pelabuhan Kendal saja, tapi juga seluruh tepi pantai perairan Kendal. Sebab para bandar ini cukup cerdik. Mereka bisa jadi tidak menggunakan kapal besar, tapi kapal kecil,” jelasnya.

Sementara Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Jepara Perwakilan Kendal Imron mengatakan, pemberangkatan KMP Kalibodri untuk Oktober ini sebanyak 4 kali. “Kebanyakan yang diangkut yakni truk pengangkut barang yang hendak dikirim ke Kalimantan melalui pelabuhan Kumai,” ujar Imron.

KMP Kalibodri menjadi satu-satunya angkutan penyeberangan tujuan Kumai yang berangkat dari Pelabuhan Kendal. Selain pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang, petugas Balai Karantina juga memeriksa hewan dan tanaman yang dibawa penumpang. Dokter Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang Giyono Trisnahadi menemukan 70 ekor burung parkit yang dimasukan dalam keranjang.

Ia menanyakan surat kesehatan hewan dan surat jalan puluhan burung tersebut. Tidak hanya itu, dia mengecek langsung keadaan hewan tersebut. “Jika tidak ada suratnya akan kami tahan sebab surat tersebut menunjukkan kondisi hewan yang dikirim sehat, ” ujarnya. (bud/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here