46 Ribu Warga Belum Punya Jamban

80
RAKOR: Sekda Demak Singgih Setyono bersama Kepala Dinas Kesehatan Guvrin Heru Putranto memimpin rakor penanganan sanitasi dan BABS di ruang Bina Praja, kemarin (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang).
RAKOR: Sekda Demak Singgih Setyono bersama Kepala Dinas Kesehatan Guvrin Heru Putranto memimpin rakor penanganan sanitasi dan BABS di ruang Bina Praja, kemarin (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang).

DEMAK–Banyaknya sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Demak masih membuat nyaman warga yang suka buang air besar sembarangan (BABS). Berdasarkan data yang ada, masih ada sekitar 46 ribu warga belum mempunyai fasilitas jamban. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan jamban itu, harus ada anggaran sebesar Rp 6 miliar.

Data juga menyebutkan, bahwa BABS di Jawa Tengah tercatat sekitar 1.552.511 kepala keluarga (KK). Sedangkan, di Demak sebanyak 43.299 KK. Tradisi BABS ini menyebabkan munculnya penyakit berbasis lingkungan akibat sanitasi, kualitas air, dan perilaku buruk.

Sekda Demak dr Singgih Setyono mengatakan, penanganan BABS harus dilakukan bersama sama instansi terkait. Karena itu, tidak hanya bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja. Sebab, masalah BABS adalah persoalan perilaku yang harus diubah. “Salah satu indikator warga miskin atau kemiskinan adalah belum punya jamban,” katanya dalam rakor kebijakan dan stretegi sanitasi total berbasis masyarakat menuju Demak bebas BABS/ODF (Open Defecation Free) 2019 yang berlangsung di ruang Bina Praja, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Demak Guvrin Heru Putranto mengatakan, untuk mendukung suksesnya penanganan BABS/ODF ini, akses air bersih warga Demak sudah mencapai 80 persen, termasuk untuk kebutuhan air minum yang dikelola Pamsimas. “Kita berupaya keras bagaimana BABS ini terus berkurang. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, kita selalu ingatkan atau imbau agar warga tidak buang air besar sembarangan,” katanya. (hib/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here