Warga Rasakan Manfaat Pembangunan Infrastruktur

Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang

484
Kiswanto (ERMA WATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Kiswanto (ERMA WATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

PEMBANGUNAN infrastruktur, sarana kesehatan dan pendidikan di Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mulai dirasakan manfaatnya. Di antaranya, pembangunan dan perbaikan jalan di setiap dusun, pembangunan Puskesmas untuk menjamin kesehatan masyarakat karena jauhnya rumah sakit yang dapat dijangkau, pembangunan rumah layak huni, irigasi pertanian, jaringan pipa air bersih ke rumah-rumah warga, serta pendirian sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mencerdaskan anak-anak setempat.

Kepala Desa Ngajaran, Yoso Prayitno, mengatakan, pembangunan infrastruktur mulai digencarkan sejak 2015. Pihaknya menampung aspirasi warganya lewat Musrenbang atau musyawarah rencana pembangunan. Ada enam dusun di wilayah Desa Ngajaran. Kini, jalan penghubung antardusun sudah mulus. Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan rumah warga yang kurang layak.  “Sudah sembilan rumah tahun ini kami bantu pembangunanannya menjadi rumah layak huni,” timpal Sekretaris Desa, Kiswanto.

Warga mengaku senang dengan apa yang sudah dibangun di desanya. Karena memudahkan mereka dalam beraktivitas. Seperti saluran irigasi, yang membantu para petani dalam bekerja di sawah. Sekarang untuk mengairi sawah, warga tidak harus susah-susah mengambil air dari sungai. “Dulu kalau mau mengairi sawah, harus capek-capek membuat irigasi sendiri Mbak, dan itu selalu rusak tidak tahan lama, dan terkadang kering, jadi harus membuat lagi,” tutur Wasinem, petani yang menikmati hasil pembangunan irigasi.

Mayoritas warga Desa Ngajaran bermata pencarian sebagai petani, buruh pabrik, dan  buruh bangunan. Kebetulan Desa Ngajaran dekat kawasan pabrik. Sehingga warga berusia produktif banyak yang bekerja di pabrik.

“Saya hanya lulusan SMP. Alhamdulillah  bisa bekerja di pabrik dan sudah mendapat gaji UMR. Sudah cukup untuk menghidupkan keluarga,” tutur Dika Sulistio, 27, warga setempat yang bekerja sebagai buruh pabrik.

Warga  yang tidak bekerja sebagai buruh, tidak hanya berdiam diri di rumah. Ada pula yang membuat usaha mandiri dengan berjualan, membuka jasa penggilingan padi, serta membuka jasa potong rambut, bengkel dan pijat.  “Kami akan terus bekerja keras dan menggencarkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Masih banyak cita-cita dan harapan yang akan kami wujudkan di Desa Ngajaran,” kata kades Yoso Prayitno. (mg46/aro)