Temuan Granat Aktif Diledakkan

286
DILEDAKAN : Tim Jihandak dari Sat Brimob Polda Jateng berhasil meledakkan granat nanas yang sempat menggemparkan warga. Peledakan dilakukan di bekas Galian C Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Selasa (10/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DILEDAKAN : Tim Jihandak dari Sat Brimob Polda Jateng berhasil meledakkan granat nanas yang sempat menggemparkan warga. Peledakan dilakukan di bekas Galian C Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Selasa (10/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Temuan granat jenis Nanas yang sempat menggemparkan warga Kecamatan Kajen, Minggu (8/10) lalu, akhirnya berhasil diledakan oleh Tim Jihandak Sat Brimob Polda Jateng, Selasa (10/10) kemarin. Peledakan granat tersebut dilakukan di tanah galian C Desa Tambakroto Kecamatan Kajen.

Peledakan granat nanas dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasi Polres Pekalongan Kompol Mohammad Udjir, dengan didampingi Kapolsek Kajen AKP Legito bersama sejumlah anggota Polres Pekalongan.

Dipilihnya lokasi peledakan di bekas galian C Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, karena lokasi tersebut dinilai aman dari jangkauan masyarakat, serta jauh dari permukiman warga. Dengan peralatan yang dibawa langsung oleh Tim Jihandak Sat Brimob Pekalongan, akhirnya granat jenis nanas tersebut diledakkan.

Kabagops Polres Pekalongan Kompol Muhammad Udjir, menyampaikan bahwa peledakan granat tangan jenis nanas yang ditemukan warga, di dekat sungai berada pada Desa Kajen, RT 5 RW 2, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, peledakan atau disposalisasi granat tersebut terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan yang tidak diinginkan. Kondisi granat tangan jenis nanas saat ditemukan sudah tidak memiliki tuas picu dan pangkal sumbu. Karena itu, pihak kepolisian tidak mau ambil risiko.

“Kami berinisiatip melakukan disposal atau peledakan. Kami dari Polres Pekalongan sudah berkoordinasi dengan Tim Jibom dari Gegana Brimob Polda Jateng, terkait pelaksanaan peledakan granat tangan jenis nanas tersebut. Memang terbukti, biarpun kondisi granat berkarat saat ditemukan, tidak memiliki tuas picu dan pangkal sumbu menurut keterangan dari Tim Jibom Iptu Aziz bahwa granat tersebut masih  aktif,” ungkap Kompol Udjir.

Kompol Udjir juga mengatakan bahwa prosesi peledakan sudah sesuai prosedur. Yaitu, peledakan dilakukan dalam lubang tanah dengan kedalaman satu meter dengan lebar setengah meter.

Menurutnya sebelum dilakukan peledakan, lokasi sekitar sudah disterilkan dalam radius ratusan meter. Karena suara ledakan yang ditimbulkan dalam disposal tersebut sangat keras. Namun, ledakan tersebut bukan berasal dari granat nanas, tetapi suara detonatornya. “Jika sekali disposal, granat tersebut tidak pecah, akan diulangi lagi sampai meledak. Namun ternyata hanya sekali, sudah berhasil diledakkan,” imbuhnya. (thd/ida)