SEMARANG Nasib tragis dialami sopir truk pengangkut tanah galian C, Jumali, warga Genuksari RT 03 RW 09, Kecamatan Genuk, Semarang. Ia tewas di dalam truk yang disopiri setelah tertimpa longsoran tebing galian C di kawasan Brown Canyon, Kelurahan Rowosari, Tembalang.

Peristiwa tragis itu dialami korban Selasa (10/10) sekitar pukul 09.00 kemarin. Bermula ketika Jumali hendak mengangkut tanah urug dari kawasan tersebut. Setiba di lokasi galian C, Jumali lantas memarkirkan truknya bernopol H 1858 GS sambil menunggu antrian muatan.

“Sopir truk (Jumali) keluar, lalu berdiri tepat di samping kanan untuk menunggu muatan penuh,” ungkap Kapolsek Tembalang Kompol Subagyo, kemarin.

Namun sebelum muatan truk penuh, tiba-tiba tebing tanah tidak jauh dari parkir truk Jumali mengalami longsor. Melihat itu, Jumali berinisiatif memindahkan truknya dari ancaman longsor tersebut.

“Korban lantas masuk ke dalam truk dan menyalakan mesin dengan maksud hendak memindahkan kendaraannya supaya tidak terkena longsoran,” bebernya.

Nahas dialami korban. Belum sempat memindahkan truknya, ia keburu tertimpa tanah yang longsor. Material galian C itu mengubur truk bersama korban.  “Tiba-tiba tanah galian itu longsor, bergerakannya begitu cepat ke arah truk. Korban tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya.

Melihat kejadian itu, para pekerja yang berada di lokasi kejadian berupaya menolong Jumali. Meski berhasil mengeluarkan tubuh Jumali dari dalam kabin truk, namun nyawa Jumali tidak terselamatkan. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Tembalang. Setelah dilakukan olah TKP, selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUP dr Kariadi guna dilakukan pemeriksaan.

Hingga kemarin, setidaknya sudah tiga orang yang dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. “Tiga saksi sudah kami mintai keterangan. Kami masih mendalami kasusnya,” ujarnya. (mha/aro)