HMI Bernyanyi di Pembukaan Paduan Suara Gerejawi

102
TOLERANSI – Paduan suara HMI IAIN Salatiga saat tampil di pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Provinsi Jawa Tengah XII Tahun 2017 di Lapangan Pancasila Salatiga (IST).
TOLERANSI – Paduan suara HMI IAIN Salatiga saat tampil di pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Provinsi Jawa Tengah XII Tahun 2017 di Lapangan Pancasila Salatiga (IST).

SALATIGA – Ada yang spesial dalam pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Provinsi Jawa Tengah XII Tahun 2017 di Lapangan Pancasila Salatiga. Penampilan yang menyita banyak perhatian dan mendapat applaus dari audien adalah paduan suara dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga saat pembukaan kegiatan tersebut.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan Pesparawi bukan sekadar perlombaan paduan suara saja tapi juga merupakan perwujudan kebhinnekaan yang memiliki makna ganda, baik bagi kehidupan umat Kristiani maupun kehidupan bangsa Indonesia secara menyeluruh.

“Selamat datang kepada seluruh kontingen di kota paling toleran ini. Di sini toleransi tidak hanya slogan semata, tapi sudah merupakan budaya keseharian. Meski kegiatan Pesparawi ini adalah kegiatan umat Kristiani, tapi panitia yang bekerja keras di balik acara ini juga berasal dari berbagai agama,” ungkapnya.

Yuliyanto menambahkan, perbedaan tersebut bukan menjadi penghalang. “Sebaliknya panitia mampu bersinergi untuk kelancaran acara ini. Contoh nyata yang dapat Anda saksikan adalah penampilan paduan suara dari adik-adik HMI dan juga petugas keamanan yang berasal dari rekan-rekan Banser/GP Ansor.”

Ketua Panitia Pdt Yohan Kisnanto juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya Pesparawi XII Jateng ini. Direncanakan kegiatan yang diikuti oleh 15 kabupaten/kota ini berlangsung mulai Senin (9/10) sampai Rabu (11/10).

Pesparawi Jateng XII ini digelar di Balairung UKSW Salatiga, Gedung Sinode dan Gereja Bethany dengan menampilkan 11 mata lomba. Mulai dari solo anak sampai dengan vocal group dan musik pop gereja. “Total peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah sebanyak 78 tim dari 15 kabupaten/kota,” jelas Yohan. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here