Cukup Seri, PSIS Lolos 8 Besar

Sore Ini, Lawan Persibat Batang

ANDALAN: Winger PSIS Melcior Leideker Majefat akan kembali menjadi tumpuan PSIS di sektor sayap dalam laga hidup mati melawan Persibat Batang, sore ini (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
ANDALAN: Winger PSIS Melcior Leideker Majefat akan kembali menjadi tumpuan PSIS di sektor sayap dalam laga hidup mati melawan Persibat Batang, sore ini (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

MAGELANGLaga hidup mati bakal dilakoni tim PSIS Semarang saat menghadapi Persibat Batang di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu (11/10) ini. Raihan poin berarti akan membawa tim berjuluk Mahesa Jenar ini lolos ke babak 8 besar kompetisi Liga 2. Maklum saja, PSIS hanya tinggal membutuhkan tambahan satu poin untuk lolos sebagai juara Grup B.

“Tapi kami tidak hanya ingin meraih hasil imbang. Kami harus menang dan meraih tiga poin atas Persibat,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Harus diakui, Persibat bukan tim yang mudah dikalahkan. Tim asuhan coach Daniel Roekito itu sempat dijuluki tim kuda hitam di babak 16 besar ini.  “Di pertemuan pertama lalu, kami sempat kesulitan dan akhirnya hanya meraih hasil imbang 1-1. Jadi, kami harus tetap waspada,” ujar Liluk.

Dari sisi teknis, head coach PSIS, Subangkit, dipastikan tidak akan bisa menggunakan tenaga kapten Haudi Abdillah yang terkena hukuman akumulasi kartu. Sebagai gantinya, PSIS masih memiliki beberapa nama di pos center bek seperti Ali Khumaedi dan Tegar Pribadi.

Selain itu jenderal lapangan tengah PSIS, M Yunus, juga diboyong dalam tour ke Magelang kali ini. Kembalinya Yunus tentu menjadi angin segar bagi tim Mahesa Jenar mengingat dalam tiga pertandingan sebelumnya, gelandang bernomor punggung 32 itu harus menepi lantaran cidera hamstring.

“Yunus kami bawa ke Magelang. Tentu kami berharap, dia siap main, sehingga bisa memperkuat lini tengah kami di pertandingan lawan Persibat,” kata Subangkit.

Selama tiga laga tanpa M Yunus kemarin, Subangkit selalu mengubah lini tengah mereka baik di pos breaker maupun second striker.

Di laga sebelumnya ketika Mahesa Jenar tumbang atas PSMS misalnya, Subangkit harus memainkan duet Ruud Gullid dan Adit Wafa. Sebelumnya pelatih asal Pasuruan itu juga menjajal duet Ruud Gullid dan Ahmad Agung di tengah.

“Laporan terakhir dari fisioterapis kami cidera M Yunus sudah sembuh. Namun di sisa waktu kemarin Yunus harus fokus meningkatkan kondisi fisiknya karena sudah lama tidak bermain. Namun kami harus menunggu kondisi terakhirnya dulu. Kalau memang belum 100 persen, tentu tidak akan kami paksakan main,” pungkas Subangkit. (bas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here