Alfamart Bekali Karyawan Tentang Bahaya Narkoba

513
ANTUSIAS : Ratusan karyawan Alfamart tampak antusias mendengarkan pemaparan tentang bahaya narkoba (istimewa).
ANTUSIAS : Ratusan karyawan Alfamart tampak antusias mendengarkan pemaparan tentang bahaya narkoba (istimewa).

SEMARANG– Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba membuat Kantor Alfamart Cabang Semarang membekali ratusan karyawannya terkait sosialisasi tentang bahaya narkoba. Yaitu dengan mendatangkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah  di Kantor Alfamart Cabang Semarang, Selasa (10/10).

Penyuluh Narkoba Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Tengah, Andy Sri Haryadi mengatakan jika semua elemen masyarakat harus mengetahui akan bahaya narkoba, termasuk karyawan Alfamart yang mayoritas masih menginjak usia remaja. “Bahaya narkoba harus dipaparkan kepada genarasi muda sebagai pencegahan sejak dini.”Fase remaja ini adalah fase yang rentan dimasuki oleh peredaran narkoba,” katanya kemarin.

Ia mengimbau kepada  150 karyawan Alfamart untuk tidak menggunakan narkoba. Sebab akan merugikan diri sendiri karena punya banyak efek negatif. “Narkoba marusak masa depan, selain itu penggunanya juga melanggar hukum,” bebernya.

Sementara itu, Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Supriyanto meminta kepada karyawannya agar pemaparan yang disampaikan BNNP Jateng bisa dipahami dan diresapi. Selain itu ia meminta kapada semua karyawannya untuk turut serta memerangi narkoba. “Nantinya, kami ingin kegiatan serupa juga dilakukan pada wilayah lain agar kita bisa mengantisipasi segala bentuk bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba,” lanjutnya.

Ia menerangkan, kegiatan tersebut implementasi pencegahan bahaya narkoba, sekaligus meningkatkan kesadaran karyawan minimarket yang juga bagian dari masyarakat untuk turut berperan dalam meminimalisasi penggunaan narkoba. “Setiap toko Alfamart di Semarang, sudah ditempeli stiker anti narkoba sejalan dengan arahan pemerintah. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkasnya. (den/ric)