RENOVASI: Bupati Demak HM Natsir menyerahkan bantuan RTLH kepada warga miskin di Desa Margohayu, Kecamatan Karangawen, kemarin (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang).
RENOVASI: Bupati Demak HM Natsir menyerahkan bantuan RTLH kepada warga miskin di Desa Margohayu, Kecamatan Karangawen, kemarin (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang).

DEMAK-Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinperkim) Pemkab Demak merealisasikan renovasi 90 rumah tidak layak huni (RTLH). Selasa (10/10), secara simbolis bantuan bedah rumah warga miskin ini diserahterimakan Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, dan Sekda dr Singgih Setyono MMR di Desa Margohayu, Kecamatan Karangawen.

Kepala Dinperkim Ahmad Giarto mengatakan, pada 2017 ini, sebetulnya ada 112 rumah yang diusulkan untuk diperbaiki melalui program RTLH tersebut. Namun, setelah diverifikasi, yang layak menerima bantuan hanya 90 rumah warga miskin. Masing-masing RTLH dianggarkan Rp 10 juta dan dana langsung masuk rekening yang bersangkutan. Sehingga total anggaran APBD yang dikeluarkan untuk renovasi RTLH ini Rp 900 juta.

Menurutnya, warga yang mendapatkan bantuan RTLH ini ada 3 kriteria. Yaitu, dilihat dari kerusakan lantai, dinding dan atap. “Kalau rumahnya rusak bagian lantai dan dinding saja sudah bisa masuk kriteria RTLH,” katanya.

Giarto menambahkan, di wilayah Demak, sesuai data yang ada, masih ada 86 ribu rumah warga miskin yang tidak layak huni. Itu setara dengan jumlah warga miskin yang tercatat masih 14 persen dari jumlah penduduk sebesar 1,1 juta jiwa.

Karena itu, untuk membantu mengurangi RTLH tersebut, berbagai pihak diharapkan dapat ikut membantu, termasuk bantuan CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan atau perbankan.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, program RTLH sudah dimulai sejak 2015. “Dulu namanya program bedah rumah, sekarang RTLH. Program ini bagus untuk menuntaskan kemiskinan di Demak. Kalau rumah warga miskin direnovasi, tentu akan lebih baik. Mari kita atasi bersama sama,” katanya. (hib/ton)