63 Guru Ikuti Pelatihan Menulis Artikel Populer

Kerja Sama Pergunu-Jawa Pos Radar Semarang

484
PEMBUKAAN: Ketua Umum Pergunu Jateng, HM Faojin, saat membuka pelatihan menulis artikel populer di media massa yang diikuti 63 guru di aula kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (7/10) pagi tadi. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBUKAAN: Ketua Umum Pergunu Jateng, HM Faojin, saat membuka pelatihan menulis artikel populer di media massa yang diikuti 63 guru di aula kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (7/10) pagi tadi. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sebanyak 63 guru mengikuti pelatihan menulis artikel populer yang digelar Jawa Pos Radar Semarang bekerjasama dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jateng. Pelatihan dibuka oleh Ketua Umum Pergunu Jateng, HM Faojin, Sabtu (10/7) tadi pagi.

Menurut HM Faojin, pengurus baru Pergunu Jateng periode 2016-2021 belum lama terpilih, bahkan belum dilantik. Namun pengurus baru Pergunu sudah memulai kegiatan dengan menggelar pelatihan menulis artikel populer di media massa ini. Harapannya, pelatihan bisa meningkatkan kompetensi para guru dalam penulisan artikel maupun karya ilmiah.

ANTUSIAS: Peserta pelatihan menulis artikel populer di media massa yang digelar Pergunu Jateng dan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (7/10) (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Peserta pelatihan menulis artikel populer di media massa yang digelar Pergunu Jateng dan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (7/10) (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Alhamdulillah respons para guru sangat tinggi. Bahkan kegiatan ini tidak hanya diikuti guru-guru dari sekolah NU saja, tapi juga guru sekolah umum, bahkan sekolah Muhammadiyah. Selain itu, ada juga siswa yang ikut bersama gurunya,” katanya.

Tingginya antusias guru mengikuti pelatihan menulis artikel populer ini membuat Pergunu sudah membuka pelatihan gelombang dua yang akan digelar 4 November mendatang.

“Dari list panitia, yang mendaftar sudah 16 orang. Karena keterbatasan tempat dan biar efektif, kami sengaja batasi 50 peserta, tapi kenyataannya yang datang hari ini lebih dari 56 orang,” ujarnya.

Ke depan, Faojin punya gagasan melombakan hasil tulisan para peserta. Terutama tulisan peserta yang sudah dimuat di Jawa Pos Radar Semarang. “Barangkali lombanya nanti pas milad Jawa Pos Radar Semarang atau milad Pergunu, itu masih kita godok,” katanya.

Selain itu, Pergunu akan menyiapkan pelatihan bagi guru pembimbing majalah sekolah dan majalah dinding. “Kalau dulu hanya ada mading dua dimensi, sekarang sudah berkembang mading tiga dimensi, bahkan empat dimensi. Nanti para guru pembimbingnya diberikan pelatihan dulu, baru ke anak didiknya. Tahapan berikutnya, nanti bisa dilombakan mading antar sekolah,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, mengatakan, jika pelatihan menulis bagi guru tersebut sudah digelar empat kali sejak Mei lalu. Ia mengaku sangat senang, karena antusiasme guru sangat tinggi. Terbukti, pasca pelatihan, para guru langsung mengirimkan artikel populernya ke redaksi untuk dimuat.

“Banyak guru yang sebelumnya tidak membayangkan karyanya bisa dimuat di koran, karena bingung menulisnya dan cara mengirimkannya ke media cetak. Sekarang tulisan dan foto para guru mejeng di koran. Saking senangnya, tak sedikit yang langsung diposting di sosial media, bahkan ada yang ditempel di mading sekolahnya,” ujarnya.

Menurut Arif, sebenarnya banyak hal yang bisa ditulis oleh para guru dalam bentuk artikel populer. Misalnya, inovasi dalam mengajar, hasil penelitian, dan sebagainya.

“Kemarin ada yang menulis artikel memanfaatkan video HP sebagai media pembelajaran. Ada juga yang menulis Status Facebook dalam Pembelajaran Bahasa Jawa, Mencegah Siswa Membolos dan sebagainya. Jadi, sebenarnya banyak hal yang bisa ditulis dari keseharian para guru menjadi artikel populer,” katanya.

Setelah acara pembukaan, kegiatan utama pelatihan disampaikan oleh tiga pemateri. Mereka adalah Ida Norlayla (Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Semarang) menyampaikan materi “Tips Menulis di Media Massa”, Hery Nugroho (Guru SMA Negeri 3 Semarang dan Guru Berprestasi Nasional) dengan materi “Kenapa Guru Harus Menulis?” serta Usman Roin (Pengurus Pergunu) yang membawakan materi “Bimbingan Teknis Kepenulisan.” Hingga berita ini ditulis pelatihan masih berlangsung.