WASPADA KANKER: Tim medis Dinkes Temanggung memberikan penjelasan pada calon peserta pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara di Kantor Kejari Temanggung, Selasa (10/10) (Ahsan fauzi/radar kedu).
WASPADA KANKER: Tim medis Dinkes Temanggung memberikan penjelasan pada calon peserta pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara di Kantor Kejari Temanggung, Selasa (10/10) (Ahsan fauzi/radar kedu).

TEMANGGUNG– Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung bekerjasama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) setempat menggelar pemeriksaan kanker serviks di Aula Kejari, Selasa (10/10). Dalam kegiatan yang ditangani tim medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung itu, sedikitnya 50 ibu rumah tangga dan remaja putri turut memeriksakan kesehatannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Temanggung Fransisca Juwariyah menjelaskan, kegiatan itu merupakan kepedulian keluarga besar Kejaksaan sebagai upaya mewujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara khususnya di wilayah Kabupaten Temanggung. Dengan mengikuti pemeriksaan sejak dini, maka ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri bisa mengetahui apakah dirinya berpotensi terkena penyakit kanker servik ataupun kanker payudara. Bila memang positif, maka secepatnya bisa ditangani.

“Kita ingin perempuan di Kabupaten Temanggung mengetahui bahayanya kanker serviks dan payudara. Mengetahui gejala dan cirinya sehingga bisa dideteksi lebih dini untuk dilakukan pengobatan supaya sehat kembali,” katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung Suparjo menjelaskan, sampai saat ini tercatat sudah ada 10.436 ibu- ibu rumah tangga dan remaja putri yang melakukan pemeriksaan kanker leher rahim/servik melalui Inspeksi Visual Asetat (IVA) test. Dari jumlah tersebut yang positif mengalami prakanker sebanyak 2.418 orang, tersebar di 20 Kecamatan. Namun karena keterbatasan peralatan dan tenaga medis dari 2.418 orang yang bisa ditangani dengan pengobatan krioterapi baru 451 orang.

Dia berharap, ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri yang positif prakanker servik supaya rajin memeriksakan diri di puskesmas terdekat agar mendapat layanan krioterapi secara gratis. Pasalnya, jika sudah menjadi kanker, sulit diobati bahkan bisa menyebabkan penderita meninggal dunia.

“Kanker serviks dan kanker payudara menjadi pembunuh nomor satu, oleh karena itu harus diwaspadai. Jika ada gejala maka secepatnya periksa diri untuk mendapatkan layanan pengobatan di rumah sakit atau di puskesmas supaya sembuh,” katanya. (san/ton)