ASUSILA : Tiga dari 5 tersangka pencabulan yang telah ditahan di Polrek Kebumen (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).
ASUSILA : Tiga dari 5 tersangka pencabulan yang telah ditahan di Polrek Kebumen (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).

KEBUMEN—Tiga siswi yang masih satu sekolah, akhir pekan lalu, digilir lima pemuda di kompleks Pasar Hewan Kebumen. Korban sebut saja: Putih, 16; Biru, 15; dan Ungu, 16 (bukan nama sebenarnya). Mulanya, ketiga korban yang masih di bawah umur berkenalan dengan lima pemuda pada Minggu malam. Yakni: PP, 21, warga Kebumen, MF, 20; RM, 14; Fa, 20; dan An, 20, warga Buluspesantren. Oleh para pelaku, usai berkenalan, korban diajak pergi ke Alun-Alun Kebumen.

Nah, di tengah perjalanan–tepatnya di Pasar hewan Kebumen– korban diajak berteduh, karena kondisi hujan. Mereka berteduh di sebuah ruko.

Pada saat berteduh, PP dan MF melakukan persetubuhan terhadap Putih. PP lantas melakukan persetubuhan kembali terhadap Ungu. Sedangkan korban Biru mendapatkan pelecehan dari tiga tersangka lain: RM, Fa dan An. Aksi bejat tersangka juga diulang kembali ketika melintas di area persawahan di Desa Gesikan, Kecamatan Kebumen.

Kapolsek Kebumen, Iptu Mardi mengatakan, keempat tersangka telah diamankan di Mapolsek Kebumen. Satu lainnya, pemuda berinisial An, masih diburu. “Tersangka Fa menyerahkan diri di Polsek Kebumen, setelah sempat dilakukan pencarian,” kata Mardi, Senin (9/10) kemarin. Tersangka PP dan MF terancam hukuman berat. Dari pemeriksaan, PP melakukan persetubuhan terhadap Putih dan Ungu. Sedangkan MF melakukan persetubuhan terhadap Ungu. Tersangka lainnya, warga Buluspesantren yang melakukan pencabulan terhadap Biru, juga terancam hukuman.

Khusus PP dan MF terancam pasal 81. Sedangkan RM, Fa serta An terancam pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Kendati RM masih tergolong anak-anak, namun ancaman hukuman tetap sama dengan tersangka lain. Meski begitu, penanganan terhadap RM berbeda. RM memperoleh pendampingan, sejak dari pemeriksaan maupun penyidikan. “Kami mengimbau orang tua untuk mengawasi pergaulan anak ataupun penggunaan media sosial oleh anak.” (jpg/isk)