PLTU Siap Serap SDM Lokal 30 Persen

32
TUNJUKKAN PERNYATAAN : Pimpinan PT BPI Ari Wibowo mewakili konsorsium PLTU Batang menunjukkan surat pernyataan kepada para pendemo, di ruang pertemuan Bupati Batang, Senin (9/10) kemarin (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TUNJUKKAN PERNYATAAN : Pimpinan PT BPI Ari Wibowo mewakili konsorsium PLTU Batang menunjukkan surat pernyataan kepada para pendemo, di ruang pertemuan Bupati Batang, Senin (9/10) kemarin (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG–Ratusan warga Kabupaten Batang yang terdampak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×1.000 MW melakukan protes kepada konsorsium pengembang mega proyek terbesar se Asia Tenggara tersebut. Protes disampaikan saat Pemkab Batang mengundang pimpinan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Ari Wibowo, untuk memperjelas permalasahan terkait ketenagakerjaan yang selama ini diprotes warga Batang, Senin (9/10) kemarin.

Massa terdiri atas tokoh masyarakat, paguyuban kontraktor, kepala desa (Kades) penyangga terdampak, HNSI dan perwakilan warga di sekitar lokasi PLTU. Dalam kesempatan tersebut, massa meminta dipertemukan dengan perwakilan BPI dan Pemkab yang diwakili oleh Bupati Wihaji. Saat dipertemukan, warga yang diwakili beberapa tokoh masyarakat meminta bupati agar mendesak konsorsium PLTU Batang, memberikan kesempatan kepada warga Batang, sesuai dengan perjanjian awal untuk melibatkan konten lokal.

Massa menyampaikan, kedatangan mereka adalah untuk meminta hak keterlibatan konten lokal 30 persen untuk segera dilaksanakan sesuai janjinya kepada masyarakat Batang, dari sejak awal PLTU akan dibangun dulu. Selain itu, semua perusahaan swasta yang terlibat dalam pembangunan PLTU, harus transparan dan terbuka untuk coorporate social responsibility (CSR)-nya, demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.

Massa merasa selama 6 tahun berjalan, pihak konsorsium PLTU dalam hal ini PT BPI tidak pernah menepati janjinya untuk melibatkan masyarakat Kabupaten Batang dalam proyek tersebut. Masas menduga PT BPI lebih banyak memperkerjakan pekerja dari luar daerah, bahkan sampai tenaga kasar.

Dalam kesempatan tersebut, massa mendesak agar perwakilan PT BPI membuat surat perjanjian yang ditandatangani oleh berbagai pihak. Yang berisi bahwa, PLTU akan menyerap 30 persen karyawan dari warga lokal Batang.

Surat yang dibuat dengan tulisan tangan terserbut, ditandatangani langsung oleh perwakilan BPI Ari Wibowo, Bupati Batang Wihaji, serta perwakilan warga Sang Pamomong, LSM dan berbagai unsur yang hadir.

Bupati Batang Wihaji saat dimintai keterangan mengatakan, kegiatan ini bentuk keinginan warga Batang yang ingin dilibatkan dalam proyek nasional di wilayahnya. “Kami sebagai pemerintah memang mendukung agar PLTU melibatkan 30 persen konten lokal. Kalau diminta pengalaman, kapan pengalaman kalau belum pernah dicoba. Kalau tidak bisa di depan, pekerjaan samping-samping kan masih banyak,” kata Wihaji.

Selain itu, dirinya menegaskan, semua perusahaan swasta dengan total 32 perusahaan yang berasal dari luar Kota Batang, harus secara resmi membuka kantor cabang di Batang dan ber-NPWP di Kabupaten Batang. Tujuannya untuk mendongkrak dan meningkatkan PAD Kabupaten Batang. “Semua pekerja asing atau perusahaan asing, harus ber-NPWP Batang. Agar pajaknya juga masuk Batang,” katanya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here