Penanganan Banjir Belum Tuntas

368
RATAKAN JALAN : Alat berat meratakan badan jalan di sekitar Kolam Retensi Tegalsari, Senin (9/10) kemarin (K ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL/JPG).
RATAKAN JALAN : Alat berat meratakan badan jalan di sekitar Kolam Retensi Tegalsari, Senin (9/10) kemarin (K ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL/JPG).

TEGAL-Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus berupaya melakukan penanganan banjir. Namun, upaya itu belum bisa dituntaskan seluruhnya. Pembangunan Kolam Retensi Tegalsari yang diandalkan untuk mengatasi banjir di wilayah tengah, sampai sekarang, masih dalam tahap pembangunan.

Kepala DPUPR Sugiyanto melalui Sekretaris DPUPR Eko Setyawan mengatakan bahwa struktur tanah untuk pembangunan Kolam Retensi Tegalsari, berbeda. Saat ini, baru sebatas pembuatan kolam dan belum menyentuh pekerjaan sipil. “Untuk kapan selesainya, belum bisa dipastikan,” kata Eko di Kantor DPUPR, Jalan Proklamasi, Senin (9/10) kemarin.

Kolam Retensi Tegalsari dibuat untuk mengatasi banjir di Kelurahan Tegalsari, Kraton, Kemandungan, dan Pekauman. Eko menjelaskan, yang kerap terjadi di wilayah tengah merupakan genangan akibat kombinasi antara rob dan curah hujan yang tinggi. Adanya Kolam Retensi Tegalsari diharapkan bisa menampung air hujan, saat pintu air ditutup untuk menahan rob.

Selain Kolam Retensi Tegalsari, Kota Tegal sudah memiliki Kolam Retensi Mintaragen dan Polder Bayeman. Eko menyebutkan, faktor lain yang menyebabkan banjir di Kota Tegal adalah kiriman dari Kabupaten Tegal. Karena itu, DPUPR berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) yang melibatkan tiga daerah.

Di samping mengandalkan Kolam Retensi, DPUPR rutin melakukan pengerukan terhadap seluruh drainase atau saluran air yang ada. Secara garis besar, Kota Tegal memiliki panjang drainase sekitar 2-3,5 kilometer dari ujung selatan ke utara, dengan total lima sistem. Karena itu, menurut Eko, idealnya Kota Bahari memiliki lima Kolam Retensi.

Pengamat Tata Ruang Wilayah Abdullah Sungkar berpendapat, untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Tegal, Pemkot sebenarnya sudah memiliki kajian lengkap. “Ke depan, tinggal mengimplementasikan kajian yang sudah ada,” kata Sungkar yang juga merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tegal itu. (nam/jpg/ida)