Pembalap Semarang Terkendala Sirkuit

TAK LAYAK: Sejumlah pembalap saat latihan di sirkuit Tawang Mas kompleks PRPP Semarang, Minggu (8/10). Sirkuit ini merupakan sirkuit legendaris Semarang yang seakan mati suri (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).
TAK LAYAK: Sejumlah pembalap saat latihan di sirkuit Tawang Mas kompleks PRPP Semarang, Minggu (8/10). Sirkuit ini merupakan sirkuit legendaris Semarang yang seakan mati suri (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Pembalap Semarang terkendala ketersediaan sirkuit untuk latihan. Padahal, balap motor menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada gelaran multievent termasuk PON.

Hal ini, mendorong So-tech Sport Club (SSC) Semarang berupaya memberdayakan kembali sirkuit legendaris yang dimiliki Kota lumpia ini.”Memang selama ini tidak ada pengelolaannya. Kami mencoba menghidupkan kembali. Kami aspal sedikit-sedikit dengan dana swadaya,” ujar Rifki Arifianto, Ketua SSC yang pada tanggal 21 Oktober nanti akan membesut kejuaraan open Drag Race & Road Race Championship 2017 di sirkuit ini untuk memuaskan hasrat pembalap Semarang dan sekitarnya.

Karena ingin menghidupkan kembali sirkuit yang notabenenya merupakan sirkuit permanen ini, Rifki dan kawan-kawan akan mempertahankan lintasan seperti kondisi aslinya. “Nanti tetap ada trek lurus dan tetap ada lintasan U, sejumlah kurang lebih ada 3,” bebernya.

Selain menghidupkan kembali sirkuit ini, Rifki dan kawan kawan ingin berkontribusi dalam menyiapkan atlet Jateng di PON 2020 mendatang. Sebagai salah satu olahraga yang dipertandingakan di gelaran bergengsi tersebut, dirinya ingin agar pembalap Semarang dan sekitarnya terfasilitasi dalam hal latihan.”Tak ketinggalan kita ingin meningkatkan kualitas pembalap drag race (motor dan mobil) dan road race di Semarang khususnya, terlebih di Jawa Tengah,” pungkasnya. (cr4/bas)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here