Kenalkan Curug Titang, Lewat Bersih Sampah

320
GUYUB : Komunitas Laskar Bersenyum Temanggung, bersama pelajar dan pecinta alam saat aksi sosial bersih sampah di lokasi wisata air terjun Curug Titang, Nampirejo Temanggung, kemarin (Ahsan fauzi/radar kedu).
GUYUB : Komunitas Laskar Bersenyum Temanggung, bersama pelajar dan pecinta alam saat aksi sosial bersih sampah di lokasi wisata air terjun Curug Titang, Nampirejo Temanggung, kemarin (Ahsan fauzi/radar kedu).

TEMANGGUNG – Komunitas Laskar Bersenyum Temanggung punya cara tersendiri untuk andil mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata di Temanggung. Komunitas yang didominasi kawula muda itu dengan menggandeng ratusan pelajar dan para komuntas pecinta alam Temanggung memilih melakukan kegiatan bersih sampah di lokasi wisata air terjun Curug Titang, Nampirejo Temanggung, kemarin.

Ketua Panitia Bersih Curug, Mokhamad Taftazani mengatakan, selain membersihkan curug dari sampah mereka juga mengedukasi warga sekitar dan Temanggung pada umumnya, bahwa sungai itu bukan tempat sampah. Jika Curug Titang bersih tentu akan membuat suasana menjadi asri dan nyaman, sehingga bisa mengundang minat wisatawan.

“Ini merupakan stimulus kepada masyarakat yang dimulai dari warga sekitar objek wisata agar memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, kelestarian alam bahwa sungai atau curug bukanlah tempat pembuangan sampah. Mari kita bersama-sama menjaga alam kita yang indah ini,” ujar Tafta, sapaan Mokhamad Taftazani.

Ia melanjutkan, dengan kegiatan sosial seperti ini secara tidak langsung turut andil mengenalkan potensi wisata yang belum terekspose dan supaya mendapat perhatian dari pemangku kepentingan. Jika potensi wisata Curug Titang bisa tergarap dengan baik maka kesejahteraan masyarakat bisa terangkat termasuk pemerintah daerah akan mendapat income untuk pendapatan asli daerah (PAD).

“Ke depan acara seperti ini akan kita laksanakan reguler di tempat potensi-potensi wisata lain di Kabupaten Temanggung. Bisa juga selain bersih-bersih sampah diadakan pula lomba tradisional anak, ekspose potensi desa, makanan tradisional dan berbagai kearifal lokal lainnya,” katanya.

Dalam kegiatan kemarin, sedikitnya ada 150 orang yang terlibat. Selain Komunitas Laskar Bersenyum Temanggung, kegiatan diperkuat siswa SMA Negeri 1 Temanggung, SMA Negeri 2 Temanggung, SMK Negeri 1 Temanggung, SMK Negeri 2 Temanggung, Saka Kalpataru Temanggung, Basecamp Kompas Bansari. Juga para pegiat blogger Temanggung, penulis novel Dini Rahmawati, penyair Nella Widodo dan warga sekitar wisata Curug Titang. (san/lis)