30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

17 Pemandu Lagu Diciduk Polisi

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KAJEN–Sebanyak 17 pemandu lagu (PL) yang bekerja pada beberapa warung remang-remang dan kafe di Kecamatan Bojong, terjaring razia penyakit masyarakat, Minggu (8/10). Razia dipimpin Kasat Sabhara Polres Pekalongan AKP Prisandi Tiar.

PL yang terjaring razia tersebut kedapatan melakukan pelanggaran. Yaitu menjual minuman keras dengan kadar alkohol cukup tinggi. Dalam razia tersebut, polisi menyita sejumlah miras botolan maupun oplosan.

Razia pekat menyasar kafe – kafe yang ada di Kecamatan Bojong, khususnya di Desa Sumarjomblangbogo. Hasilnya, ada 3 tempat yang kedapatan menjual miras. Yakni Lestari Cafe, Bintang Cafe, dan warung sate biawak Tarawisan. Di kafe tersebut, ditemukan 17 PL yang turut serta menjual miras pada pengunjung.

Perangkat Desa Sumarjomblangbogo Sutrisno mengungkapkan, keberadaan kafe-kafe tersebut sebenarnya ditolak oleh warga. Sudah berulangkali warga memperingatkan pemilik cafe untuk menutup usaha tersebut karena mengganggu kenyamanan warga.

Pihak desa juga sudah berulangkali menegur pemilik kafe karena sering terjadi keributan. Dengan adanya razia pekat yang dilakukan Sat Sabhara Polres Pekalongan, diharapkan ada efek jera pada pemilik kafe.

“Kami inginnya kafe-kafe tersebut ditutup saja, karena selama ini, hari ini ditegur, besoknya ditutup, lusanya dibuka. Semoga mereka, pemilik kafe, tidak buka lagi usahanya,” ungkap Sutrisno.

Sementara Kasat Sabhara Polres Pekalongan AKP Prisandi Tiar mengatakan, razia digelar karena adanya informasi dari masyarakat tentang penyalahgunaan izin pada hiburan malam. Razia juga untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas warga.

“Terbukti beberapa tempat yang kita datangi, kita temukan beberapa fakta. Seperti penjualan miras termasuk di dalamnya ada daftar pemandu lagu,” kata Prisandi. (thd/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pernah Ditahan, Menginspirasi Jadi Advokat

PEMBELAJARAN yang dialami secara pribadi menjadikan Theodorus Yosep Parera semakin mantap untuk menjadi salah satu penegak hukum, yakni advokat. Padahal cita-cita sejak kecil adalah...

Ayah Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri: David dan Junior Membaik, Dian Diburu

SEMARANG - Kondisi ayah yang mengajak dua anaknya bunuh diri dengan menenggak racun serangga, David Nugroho, 30, warga Jomblang Perbalan RT 07 RW 02,...

Membumikan Karakter Melalui Pembiasaan Praktik di Bengkel Permesinan

RADARSEMARANG.COM - PENDIDIKAN karakter sungguh sangat penting. Karena  kepandaian bukanlah segala-galanya.  Siswa pandai yang tidak berkarakter, akan melahirkan generasi korup, generasi tidak jujur, generasi ...

Sentil Kemiskinan

PERSOALAN kemiskinan menjadi masalah klasik yang dialami pemerintah daerah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di tiap daerah. Pemerintah daerah perlu bersinergi...

More Articles Like This