RAZIA—Sejumlah pemandu lagu yang diamankan Sat Sabhara Polres Pekalongan karena kedapatan menjual miras (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
RAZIA—Sejumlah pemandu lagu yang diamankan Sat Sabhara Polres Pekalongan karena kedapatan menjual miras (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN–Sebanyak 17 pemandu lagu (PL) yang bekerja pada beberapa warung remang-remang dan kafe di Kecamatan Bojong, terjaring razia penyakit masyarakat, Minggu (8/10). Razia dipimpin Kasat Sabhara Polres Pekalongan AKP Prisandi Tiar.

PL yang terjaring razia tersebut kedapatan melakukan pelanggaran. Yaitu menjual minuman keras dengan kadar alkohol cukup tinggi. Dalam razia tersebut, polisi menyita sejumlah miras botolan maupun oplosan.

Razia pekat menyasar kafe – kafe yang ada di Kecamatan Bojong, khususnya di Desa Sumarjomblangbogo. Hasilnya, ada 3 tempat yang kedapatan menjual miras. Yakni Lestari Cafe, Bintang Cafe, dan warung sate biawak Tarawisan. Di kafe tersebut, ditemukan 17 PL yang turut serta menjual miras pada pengunjung.

Perangkat Desa Sumarjomblangbogo Sutrisno mengungkapkan, keberadaan kafe-kafe tersebut sebenarnya ditolak oleh warga. Sudah berulangkali warga memperingatkan pemilik cafe untuk menutup usaha tersebut karena mengganggu kenyamanan warga.

Pihak desa juga sudah berulangkali menegur pemilik kafe karena sering terjadi keributan. Dengan adanya razia pekat yang dilakukan Sat Sabhara Polres Pekalongan, diharapkan ada efek jera pada pemilik kafe.

“Kami inginnya kafe-kafe tersebut ditutup saja, karena selama ini, hari ini ditegur, besoknya ditutup, lusanya dibuka. Semoga mereka, pemilik kafe, tidak buka lagi usahanya,” ungkap Sutrisno.

Sementara Kasat Sabhara Polres Pekalongan AKP Prisandi Tiar mengatakan, razia digelar karena adanya informasi dari masyarakat tentang penyalahgunaan izin pada hiburan malam. Razia juga untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas warga.

“Terbukti beberapa tempat yang kita datangi, kita temukan beberapa fakta. Seperti penjualan miras termasuk di dalamnya ada daftar pemandu lagu,” kata Prisandi. (thd/ton)