33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

UM Magelang Kukuhkan Guru Besar

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

MAGELANG—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mengukuhkan Prof. Dr. Muhammad Japar, M.Si, Kons menjadi guru besar pertama di kampus terbesar di Magelang ini. Pengukuhan bersamaan dengan peringatan harlah ke 53 tahun.

Upacara Pengukuhan Guru Besar diadakan Sabtu (7/10) di Auditorium Kampus 1 UM Magelang dalam acara Sidang Terbuka Senat UM Magelang. Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru Besar dibacakan oleh Sekretaris Senat, Ns. Sigit Priyatno, M.Kep. Adapun pengukuhan dilakukan oleh Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo MT selaku ketua senat dengan mengalungkan samir guru besar serta menyerahkan SK, disaksikan seluruh tamu undangan.

Usai dikukuhkan, Japar yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling itu menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Penemuan dan Pengembangan Spiritualitas di Tempat Kerja sebagai Salah Satu Usaha Mewujudkan Visi UM Magelang : Unggul dan Islami. Dalam pidatonya, Japar menyampaikan bahwa kecerdasan spiritual bukanlah doktrin agama yang mengajak umat manusia untuk cerdas dalam memilih atau memeluk salah satu agama yang dianggap benar.

Beberapa teori disampaikan oleh Japar di hadapan tamu undangan, antara lain Wakil Wali Kota Magelang beserta jajaran Forkompimda Magelang serta Ketua Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Kedu. Rektor dari beberapa perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah juga hadir dalam acara tersebut.

Japar mengutip pendapat Howard tentang empat aspek dalam spiritualitas yakni makna hidup yang berhubungan dengan diri sendiri, bagi orang lain, alam dan lingkungan, serta berhubungan dengan Tuhan. Dalam penelitian terhadap remaja yang dilakukannya tahun 2014 menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas remaja awal berada pada tingkat baik. “Remaja yang memiliki spiritualitas tinggi memiliki penyesuaian yang tinggi, baik fisik maupun sosialnya,” ujar suami Dr. Purwati, MS, Kons tersebut.

Adapun pengembangan spiritualitas di tempat kerja menurut bapak tiga anak itu, perlu ditingkatkan. Kegiatan Darul Arqam bagi pegawai UM Magelang misalnya, tidak hanya berupa kajian Islam dengan pengayaan kognitif atau intelektualnya saja, tetapi diharapkan dapat menjangkau aspek afektif dan tingkah laku dengan adanya laporan diri dan monitoring.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, mengatakan, peran profesor atau guru besar sangat dinanti oleh masyarakat karena gelar profesor merupakan penanda bahwa yang bersangkutan adalah orang yang berpendidikan dan dapat mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan manusia.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Prof. Dr. Noor Rochman Hadjam dari PP Muhammadiyah yang mengatakan bahwa masyarakat mengharapkan peran atau andil dari seorang guru besar untuk kehidupan yang lebih baik. (sct)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penyidik Kantongi Tersangka Korupsi BRT

SEMARANG - Tersangka kasus dugaan pencurian, penggelapan, hingga korupsi di lingkungan Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang sudah di tangan penyidik...

Skuad Subangkit Siap Ujicoba

SEMARANG – Meski skuad PSIS belum sepenuhnya komplet, tapi memasuki Februari pelatih mulai menjajaki program uji coba. Penting sebagai persiapan menghadapi kompetisi kasta kedua...

KH Subhan Ma’mun: Sudah Waktunya Orang Amanah Urus Jateng

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Sudah waktunya Jawa Tengah diurus oleh orang yang amanah. Orang yang jujur dan mementingkan hajat hidup masyarakat kebanyakan, bukan mendahulukan kepentingan...

Relokasi Pedagang Yaik Pemborosan Rp 20 M

SEMARANG - Pedagang Pasar Yaik Baru kawasan Pasar Johar Semarang bersikukuh menolak direlokasi dalam waktu dekat. Para pedagang melihat masih ada solusi lain, selain...

Pembelajaran Ekonomi melalui Lesson Study

SERING kali kita merasa khawatir, ketidaknyamanan bahkan ketakutan ketika mendengar kata supervisi atau observasi. Dalam benak kita muncul anggapan bahwa kita akan diamati, dinilai...

Uang Palsu Naik 27 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mencatat temuan palsu hingga April lalu meningkat sebesar 27 persen bila dibandingkan periode yang...