SOSIALISASI: Para Polwan di Polres Kendal, Unjuk Kebolehan saat sosialisasi penerimaan Polri di Alun-alun Kendal, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SOSIALISASI: Para Polwan di Polres Kendal, Unjuk Kebolehan saat sosialisasi penerimaan Polri di Alun-alun Kendal, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL – Polres Kendal punya cara unik untuk menosialisasikan penerimaan anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) 2018. Yakni dengan memanfaatkan ruang publik Alun-alun Kendal, Minggu (8/10) saat masyarakat tengah berjalan-jalan.

Sementara untuk menarik antusiasme pengunjung, Polres Kendal menampilkan berbagai pertunjukan yang dilakukan Polwan Polres Kendal. Diantaranya senam maumere serta bernyanyi dan berjoged bersama dalam panggung hiburan.

Sosialisasi ditujukan agar masyarakat mengetahui informasi akan penerimaan anggota Polri. Sehingga bagi masyarakat bisa mengajak putra-putri daerah yang berminat menjadi anggota Polri.

“Mereka yang berminat bisa bergabung guna mendapatkan pembinaan dan pelatihan calon peserta dari Polres Kendal. Tahap ini merupakan ara untuk mendapatkan calon peserta yang berprestasi, Unggul dan Kopetitif  dari putra daerah,”  kata Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya  melalui Kabag Sumber Daya (Sumda), Kompol Yayat Syarif Hidayat.

Ditengah kerumunan massa yang sedang berkunjung di Alun-alun Kendal, pihaknya menambahkan jika pembinaan dan pelatihan ini penting, mengingat ketatnya seleksi untuk menjadi Polisi. Polres Kendal memberikan kemudahan dengan menerima pendaftaran untuk pembimbingan dan pelatihan.

“Untuk menjadi anggota Polri tidaklah mudah. Banyak peminatnya, sehingga persaingan sangat ketat. Nah, kami akan melatih terlebih dahulu bakal calon dengan melihat sisi kesehatan, tinggi badan serta berat badan bakal calon peserta,” katanya.

Menurutnya kesehatan dan kesempurnaan fisik menjadi kriteria dasar utama penerimaan anggota Polisi. Dalam hal kesehatan apakah ada kelainan kesehatan atau riwayat penyakit. Tinggi badan apakah memenuhi dan berat badannya apakah ideal atau tidak.

Pendaftaran calon anggoa Polri akan dimulai sejak dilakukannya sosialisasi ini hingga 31 Oktober nanti. “Bagi yang berminat dipersilakan bisa mendaftar ke Polres Kendal bagian Sumda.  Sementara pelatihan dan pembinaan akan dimulai pada November nanti,” jelasnya.

Kompol Yayat meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang memanfaatkan momen penerimaan anggota Polri ini. Yakni yang berujung mencari keuntungan sendiri dengan melakukan penipuan untuk mencari uang dari korbannya.

“Bahwa dalam pelatihan dan pembinaan calon anggota polisi ini dari Polres Kendal tidak dipungut biaya. Begitupun dalam pendaftaran dan penerimaan anggota polisi juga tidak dipungut biaya. Penerimaan anggota Polri mengutamakan prinsip Betah (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis ) serta Clear and Clean,” tandasnya.

Salah satu masyarakat, Ahmad Faiz, warga Kendal mengatakan senang dengan sosialisasi penerimaan Polril. Selain terhibur dengan penampilan Polwan, warga juga mendapatkan informasi lengkap tata cara penerimaan Polri. “Sebab pendaftaran semacam ini menjadi rawan penipuan. Taunya masyarakat kalau mau jadi Polisi itu bayar, padahal geratis,” katanya. (bud/bas)