ISTIGHOTSAH : Sudirman Said menghadiri istighotsah di Tegalglagah dengan pembicara KH Dimyati Rois dan dihadiri Alamuddin Dimyati Rois yang anggota DPR RI dari Fraksi PKB (JPG).
ISTIGHOTSAH : Sudirman Said menghadiri istighotsah di Tegalglagah dengan pembicara KH Dimyati Rois dan dihadiri Alamuddin Dimyati Rois yang anggota DPR RI dari Fraksi PKB (JPG).

TEGAL–Sudirman Said pulang kampung ke tanah kelahirannya di Desa Slatri, Brebes, Jawa Tengah pada Kamis-Jumat (5-6 Oktober 2017) kemarin.

Ini memang bukan mudik pertama, sejak Sudirman menguatkan tekad berpartisipasi dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018. Namun, perjalanan mudik Sudirman kali ini punya arti khusus.

Meskipun hanya dua hari, Sudirman tak hanya menengok rumah tempat dia lahir dan dibesarkan, tetapi juga bisa bersilaturahim dan berkomunikasi dengan beragama kalangan. Mulai dari masyarakat desa, teman sekolah, kiai, seniman, pengusaha, sampai tokoh partai politik. Bahkan di sela-sela kegiatan silaturrahim itu, dia sempat melakukan wawancara panjang untuk program dialog dengan sebuah stasiun televisi swasta nasional. Bahkan, dia juga mampu dan bersedia berkomunikasi dengan parpol dari beragam warna. Putih, biru, hijau, kuning, hingga merah.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) begitu sampai di Brebes, langsung menerima Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Brebes, dr Umar Utoyo. Umar yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), baru saja diberi mandat mengisi kursi Ketua DPC Gerindra Brebes menggantikan Ahmad Musttaqqin.

Bersama komandan baru Gerindra Brebes ini, Sudirman kemudian bersilaturahim ke kediaman KH Muamar Kholil dan KH Choeron Ahsan di Luwung Ragi, Brebes, kakak beradik yang memimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Assalafiyah. Selain memimpin ponpes, KH Khaeron, kakak KH Muamar Kholid, juga aktivis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di wilayah Brebes.

Sudirman melanjutkan perjalanan ke Tegalglagah menghadiri istighotsah dengan pembicara tunggal KH Dimyati Rois atau Mbah Dim, pengasuh Ponpes Al-Fadlu wal Fadilah, Kaliwungu, yang juga mustahsyar PBNU dan DPW PKB Jateng. Istighotsah yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai tempat di Brebes dan sekitarnya itu, dihadiri putra dari Mbah Dim, Alamuddin Dimyati Rois atau Gus Alam yang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sekitar pukul 24.30, Sudirman kembali ke kediaman keluarga besarnya di Slatri, namun ditunggu aktivis kebudayaan Brebes guna mendiskusikan rencana pekan kesenian di Sawojajar. Pagi harinya pukul 08.00, bertemu dengan Muhadi Setiabudi, pemilik grup usaha Deddy Jaya. Kepada Muhadi, Sudirman menyampaikan niatnya maju dalam Pilgub Jateng 2018. “Kami mohon doa dan dukungan,” kata Sudirman. Anak Deddy Yon Supriyono, anggota DPRD Jateng dari Fraksi Partai Demokrat ini mendukung niat Sudirman berpartisipasi dalam Pilgub Jateng 2018.

Selanjutnya Sudirman menuju Kampung Warteg di Cabawan, Tegal untuk melihat langsung wilayah yang menjadi basis para pengusaha warung Tegal di Jabodetabek. Dalam perjalanannya, Sudirman mampir ke Stasiun Kereta Api Tegal untuk memenuhi janji wawancara dengan sebuah wartawan televisi swasta dari Jakarta.

Di Cabawan, Sudirman bertemu dengan Sastoro, Ketua Koperasi Warung Tegal (Kowarteg) yang juga mantan anggota DPR RI periode 1999-2004 dari PDIP. Di hadapan warga Cabawan, Sastoro meminta warga mendukung Sudirman.

Dari kunjungan dua hari di kampung halaman, tergambar sosok Sudirman yang luwes berkomunikasi dengan beragam kalangan lintas warna dan lintas identitas. “Semangat kebangsaan dengan keberagamaan saling menguatkan,” katanya.

Sudirman sudah terbiasa hidup dan bekerja dalam kemajemukan. Sekretarisnya, keturunan Tionghoa yang sudah 12 tahun membantunya. Kepala ajudannya adalah seorang Kapten Kopasus beragama katholik. Salah satu dirjen andalannya saat menjabat Menteri ESDM adalah orang Bali beragama Hindu. Dan sahabat-sahabat baiknya datang dari segala latar belakang agama, suku, bahkan bermacam warga negara. Baginya kemajemukan itu untuk dilaksanakan. Bukan semata didengungkan secara verbal atau sekedar jadi slogan. (har/adv/ida)