Belum Ada Penetapan Tersangka

Terkait Temuan Gudang dan Obat Kuat Tanpa Ijin

273

SEMARANG – Gudang tanpa ijin penyimpan obat dan penjualan obat kuat tanpa ijin edar di Kota Semarang, berhasil diungkap petugas gabungan, Rabu (4/10) lalu. Pada penanganan kasus ini, dua orang yang telah diperiksa belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Belum ada (penetapan tersangka). Masih memeriksa saksi-saksi,” ungkap Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi, saat dikonfirmasi kemarin.

Hanafi menjelaskan, gudang yang digerebeg petugas gabungan tersebut tanpa dilengkapi ijin. Sedangkan obat yang ada didalam gudang legal. Menurutnya, pada kasus ini pemilik gudang tidak bisa dikenakan sanksi pidana.

“Gudang itu tidak ada ijinnya menyalahi aturan, kalau barangnya legal. Sehingga kalau di undang-undang ancamanya hanya denda Rp 100 juta. Tidak ada sanksi pidananya,” bebernya.

Diakuinya, secara langsung kasus temuan gudang tanpa ijin di Jalan Medoho Raya, Sambirejo, Gayamsari tersebut ditangani Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Pihaknya hanya menangani temuan kasus obat kuat tanpa ijin edar. “Kalau pemilik gudang, langsung ditangani Balai POM. Kita hanya menangani peredaran obat kuat tanpa ijin edar,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Semarang Zeta Rina Pujiastuti juga mengakui saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik gudang tersebut. Sampai sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Belum. Kan habis diperiksa harus diperiksa dulu. Nanti secepatnya Senin (9/10), penyidik malaporin ke pimpinan, nanti keputusan gimana gitu. Ini masih dalam pemeriksaan,” tegasnya.

Pada penanganan kasus ini harus dilakukan secara teliti dan cermat untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. “Pasti kita dalami lagi. Akan diserahkan kemana saja, kita dalami juga,” bebernya.

Menanggapi terkait nama atau pemilik gudang yang sudah diperiksa tersebut, Rina masih enggan menerangkan secara detail. Pihaknya hanya menjelaskan masih akan menggali lebih dalam apakah pemilik gudang tersebut satu perusahaan dengan apotik yang ada didepanya tersebut.
“Dokumen yang ditemukan itu kan masih ada kaitanya dengan apotik yang ada didepanya dan penanggungjawab ada di gudang itu sendiri. Ini yang kita gali, apakah itu satu pemilik apa bukan, yang pasti itu ada kaitanya dengan dokumen itu,” jelasnya.

Diketahui, sebuah gudang tanpa ijin yang digunakan penyimpanan obat di belakang Apotek Sido Asih Jalan Medoho Raya, Sambirejo, Gayamsari digerebeg petugas gabungan, Rabu (4/10) pukul 11.00 siang.

Petugas gabungan yang mengungkap kasus ini adalah dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang termasuk Ikatan Apoteker Indonesia. (mha/bas)