PERSIAPAN : Sejumlah Archer Diponegoro Archery Club latihan untuk persiapan Solo Open Archery Competition yang akan digelar 20-22 Oktober mendatang di Benteng Vestenburg, Solo (Sigit Adrianto/Jawa Pos Radar Semarang).
PERSIAPAN : Sejumlah Archer Diponegoro Archery Club latihan untuk persiapan Solo Open Archery Competition yang akan digelar 20-22 Oktober mendatang di Benteng Vestenburg, Solo (Sigit Adrianto/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Diponegoro Archery Club akan kirim 11 atlet panahan menuju Solo Open Archery Competition, di Benteng vastenburg pada 20-22 Oktober mendatang. Para atlet tersebut akan turun pada kategori standar bow U-10, standar bow U-15 dan standar bow SMA dan Umum.

Kiki Apriliyanti, Ketua bidang kepelatihan Diponegoro Archery Club mengatakan bahwa kejuaraan ini menjadi ajang untuk melatih mental para Archer di klub nya. ”Selain itu kami memang ditarget untuk bisa mengikuti 3 kejuaraan dalam setahun. Kemarin sudah ikut di Jogja Open dan Ganesha Open. Ini masuk kejuaraan ketiga yang kami ikuti dalam setahun ini,” kata Kiki.

Kiki menjelaskan, dalam kejuaraan ini, kesebelas atletnya yang akan bertolak ke Solo dari tanggal 19 tersebut ditarget untuk bisa membawa pulang medali. “Tidak harus emas. Yang penting medali dulu. Mengingat keterbatasan dalam latihan dan persiapannya juga,” jelas Kiki.

Kendala lain yang ia temui saat latihan, dikatakan olehnya adalah dalam hal sarana prasarana. Seperti lapangan yang tidak rata dan beberapa alat yang belum cukup memadahi.

”Selain itu nanti kan outdoor, sudah pasti akan menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Semuanya pasti menginginkan emas, tapi kita tidak terlalu muluk-muluk dulu,” pungkasnya. (cr4/zal)