Atlet Gulat Jateng Bidik Target Olimpiade

155
PRESTASI : Atlet gulat Jawa Tengah peraih medali dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV tahun 2017, para pelatih dan pengurus provinsi berfoto bersama pada malam apresasi gulat Jateng 2017 di Balai Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (6/10) malam (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PRESTASI : Atlet gulat Jawa Tengah peraih medali dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV tahun 2017, para pelatih dan pengurus provinsi berfoto bersama pada malam apresasi gulat Jateng 2017 di Balai Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (6/10) malam (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Atlet Gulat Jawa Tengah diminta untuk tidak hanya puas dengan prestasi tingkat provinsi ataupun nasional. Mereka harus berani bercita-cita menjadi juara di tingkat internasional.

Ketua umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Andreas Budi Wirohardjo, mengatakan, karir para atlet mencapai puncaknya ketika mereka bisa masuk dan menjuarai olimpiade.

“Apa mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin. Selagi kita semua mau bersinergi untuk mencapai semua itu,” ujar Andreas kepada Jawa Pos Radar Semarang tadi malam.

Andreas menjelaskan, dengan bibit-bibit atlet yang sudah ada saat ini, melihat capaian Popnas beberapa waktu lalu, pihaknya optimistis  pada 2024 Jawa Tengah mampu mengirimkan atlet gulat ke tingkat olimpiade.

“Pengprov akan bersinergi, seperti dengan PPLOP. Untuk yang di luar atlet PPLOP kita serahkan masing-masing pengcab. Desentralisasi ini kita harapkan bisa membuat mereka berkarya sesuai improvisasi masing masing pelatih,” ujarnya.

Andreas menambahkan, di tengah-tengah gencarnya organisasi gulat internasional dalam mengadakan pertandingan, Jawa Tengah akan menyambutnya dengan baik. Untuk itu, di tingkat lokal kata dia, juga harus diadakan kejuaraaan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Dengan kejuaraan ini, mau tidak mau mereka akan berlatih. Sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan siap untuk menuju olimpiade. Saat ini Jateng sudah konsisten mengadakan beberapa kejuaraan,” ujar Andreas pada acara malam apresiasi gulat Jawa Tengah 2017 di Balai Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Dalam acara ini, 9 atlet gulat Jateng peraih medali pada gelaran POPNAS, para pelatih, serta beberapa pihak lainnya seperti UNNES, Pemkab Grobogan, Bank Jateng, Disporapar, dan satu panti asuhan  mendapat apresiasi berupa tali asih dari pihak-pihak yang peduli dengan gulat Jateng atas capaian 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu dari para atlet Jateng dalam gelaran Popnas beberapa waktu lalu.

“Selama sepuluh tahun ini gulat Jateng absen meraih emas. Dapat emas itu tahun 2007 atau 2009. Kita terimakasih adik-adik semangat berlatih. Saya harap ini bukan tujuan akhir. Tapi ini pijakan awal kita,” jelas Andreas.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Sugeng Pudjianto, selaku pembina cabang olahraga gulat melalui sambutan yang disampaikan Alex Efendi yang mewakilinya mengatakan, capaian ini merupakan hasil kinerja yang baik dari semua pihak. Dirinya berharap ke depan atlet Jateng dapat lebih berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin ke depan lebih baik. Pengurus, pelatih dan pihak lainnya bisa bersinergi agar atlet semakin berprestasi. Sehingga disegani di nasional dan internasional,” ujar Sugeng dalam sambutan yang dibacakan Efendi. (cr4/zal)