BATANG –  Sejumlah pihak mendesak Pemkab Batang membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait Tuberculosis (TB). Sebab risiko TB selama ini tidak banyak diketahui masyarakat. Butuh penanganan khusus untuk mencegah dan menekan kasus penyakit tersebut. Salah satunya melalui Perda.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, butuh kajian mendalam untuk membuat Perda TB. Pertama tentu perlu adanya sosialisasi tentang perda, kemudian ada pembanding kenapa butuh perda, hal tersebut penting karena perda tersebut implikasinya banyak hal.  “Karena hal ini merupakan persoalan masa depan masyarakat Batang,” ucap Wihaji.

Desakan terkait Perda TB, sebelumnya mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Pengurus wilayah Aisyiah Jawa Tengah dan Bupati Batang Wihaji, Jumat (6/10).

Menurut bupati, masih banyak masyarakat yang belum tahu TB. Pihaknya meminta TB care Aisyiah untuk menggelar sosialisasi tentang penyakit TB. Bisa juga kerjasama dengan TP PKK Kabupaten Batang. “Dan bisa diikutkan dalam momentum tertentu bersama kita bisa dalam bentuk pengajian maupun lainnya,” ujar Wihaji.

Sementara itu, Kepala SR Community TB-HIV Care Aisyiah Jawa Tengah Siti Taqiyah mengatakan, butuh sebuah kebijakan dan percepatan program penanggulan TB dan HIV Aids di Kabupaten Batang.

“Kami memang meminta khusus kepada Bupati Batang agar segera menerbitkan perda yang berkaitan dengan TB HIV Aids. Ini juga merupakan program Nasional jadi program yang didukung oleh semua elemen masyarakat baik pemerintah maupun swasta,” terangnya.

Siti Taqiyah menambahkan, selama ini Aisyiah memang mendapatkan program penanganan TB-HIV dari pemerintah pusat, dengan pendanaan dari global fund. Bahkan program ini sudah berjalan sejak 2009. Akan tetapi mulai disosialisasikan untuk Kabupaten Batang baru berjalan tahun 2016. (han/zal)