PURWOREJO—Warga Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jumat (6/10) pagi, dikejutkan dengan temuan mayat bayi laki-laki di saluran irigasi desa setempat. Saat ditemukan, mayat bayi sudah dalam kondisi membusuk, terbungkus tas plastik dan seragam SD.

Kepala Desa Binangun, Karsono, menduga, bayi dibuang sejak tiga hari lalu. Sebab kondisi bayi kaku, berbelatung, dan dikerumuni lalat. Busuk tercium sejak Kamis (5/10). “Tadi malam (Kamis malam) aliran irigasi mengalir. Kemungkinan bayi dibuang dari arah timur dan tertahan tumpukan sampah di saluran irigasi di depan rumah saya,” ungkap Karsono, Jumat (6/10) kemarin.

Sehari sebelumnya, kata Karsono, seorang warga sempat mengangkat plastik tersebut ketika membersihkan irigasi. Namun, lantaran tidak tahu bahwa di dalam bungkusan tersebut adalah mayat bayi, warga hanya mendorong sampah dan plastik. Nah, plastik berisi mayat bayi kemungkinan besar terbawa arus.

“Karena dekat dengan rumah warga, sejak kemarin tercium bau busuk. Hanya saja, warga tidak terlalu mempedulikan. Kami mengira bangkai binatang.” Pada Jumat (6/10) pagi, warga bernama Sunarto membersihkan aliran irigasi. Ia menemukan plastik berisi mayat bayi. “Langsung saya laporkan ke polisi,” kata Karsono.

Polsek Butuh mengevakuasi mayat bayi ke rumah sakit. Bidan desa juga langsung mendata perempuan hamil di Binangun. “Semoga bisa segera terungkap.”

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi, telah menerjunkan anggota untuk membantu proses penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Butuh.

Pihak Polres masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Dokter RSUD Tjiptowardoyo Purworejo. “Sudah dibawa ke rumah sakit dan dilakukan otopsi guna penyelidikan untuk mengungkap kebenarannya. Untuk panjang maupun berat jasad bayi belum bisa menyimpulkan. Nanti ahlinya sekalian yang bicara, karena kami nggak bisa menduga. Sebab yang disampaikan harus fakta.” (jpg/isk)