RESAHKAN WARGA : Tawuran antarpemuda dan pelajar meresahkan warga di Kawasan Jalan Kiai Saleh, Jumat siang (6/10) kemarin (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
RESAHKAN WARGA : Tawuran antarpemuda dan pelajar meresahkan warga di Kawasan Jalan Kiai Saleh, Jumat siang (6/10) kemarin (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Tawuran yang melibatkan para pelajar kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini, terjadi di kawasan Jalan Kiai Saleh, tepatnya di depan kantor jasa JNE, Jumat (6/10) kemarin, sekitar pukul 13.30.

Dalam aksi tersebut, para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah saling serang. Aksi tawuran berlangsung di tengah kondisi padat lalu lintas. “Anak sekolah. Seragamnya kayak masih SMP,” ungkap saksi mata di lokasi kejadian, Ilyas kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, pelajar yang ikut dalam aksi tawuran tersebut berjumlah 6 hingga 7 orang. Namun belum diketahui pasti penyebab peristiwa tersebut. “Tahu-tahu saya lihat sudah ramai dan sudah saling serang. Ada yang bawa arit, sama sabuk gir,” ujar warga Semarang Barat ini.

Aksi tersebut terhenti ketika warga yang merasa kesal dengan aksi tersebut, berusaha melerai. Pelajar yang tawuran tersebut, langsung membubarkan diri dengan lari ke arah selatan dan sebagian ke utara. “Sebagian terus masuk sekolahan. Saya samperin kesitu. Mereka ngaku bilangnya bledoske mercon (meletuskan petasan, red) disini,” katanya sambil menirukan ucapan salah satu pelajar tersebut.

Sementara itu, Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna membenarkan adanya aksi tawuran oleh sekelompok pelajar di Jalan Kiai Saleh. Pihaknya menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan para remaja tersebut. “Benar tadi saya dapat laporan dan lihat videonya yang sudah viral di sosial media. Nanti melalui Binmas akan kami tindak lanjuti,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Suwarna menjelaskan, langkah yang akan dilakukan oleh Polrestabes Semarang, diawali dengan mencari tahu siapa saja yang terlibat. Namun melalui laporan masyarakat, diketahui jika salah satu kelompok berasal dari sekolah yang ada di sekitar situ.

Pihaknya melalui Satuan Bina Masyarakat (Satbinmas) akan melakukan pendataan sekolah yang sering terlibat aksi tawuran. Nantinya akan dilakukan pembinaan baik melalui sosialisasi maupun penyuluhan terhadap tenaga pendidik maupun siswa itu sendiri. “Nanti kan kita cari tahu, betul tidak dari siswa sekolah yang disitu. Kalau iya, Binmas akan mendatangi dan melakukan pembinaan atau sosialisasi,” bebernya. Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun hal itu meresahkan warga setempat dan pengguna jalan. (tsa/ida)