33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Lagi, Pelajar Tawuran, Bawa Sajam

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG-Tawuran yang melibatkan para pelajar kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini, terjadi di kawasan Jalan Kiai Saleh, tepatnya di depan kantor jasa JNE, Jumat (6/10) kemarin, sekitar pukul 13.30.

Dalam aksi tersebut, para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah saling serang. Aksi tawuran berlangsung di tengah kondisi padat lalu lintas. “Anak sekolah. Seragamnya kayak masih SMP,” ungkap saksi mata di lokasi kejadian, Ilyas kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, pelajar yang ikut dalam aksi tawuran tersebut berjumlah 6 hingga 7 orang. Namun belum diketahui pasti penyebab peristiwa tersebut. “Tahu-tahu saya lihat sudah ramai dan sudah saling serang. Ada yang bawa arit, sama sabuk gir,” ujar warga Semarang Barat ini.

Aksi tersebut terhenti ketika warga yang merasa kesal dengan aksi tersebut, berusaha melerai. Pelajar yang tawuran tersebut, langsung membubarkan diri dengan lari ke arah selatan dan sebagian ke utara. “Sebagian terus masuk sekolahan. Saya samperin kesitu. Mereka ngaku bilangnya bledoske mercon (meletuskan petasan, red) disini,” katanya sambil menirukan ucapan salah satu pelajar tersebut.

Sementara itu, Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna membenarkan adanya aksi tawuran oleh sekelompok pelajar di Jalan Kiai Saleh. Pihaknya menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan para remaja tersebut. “Benar tadi saya dapat laporan dan lihat videonya yang sudah viral di sosial media. Nanti melalui Binmas akan kami tindak lanjuti,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Suwarna menjelaskan, langkah yang akan dilakukan oleh Polrestabes Semarang, diawali dengan mencari tahu siapa saja yang terlibat. Namun melalui laporan masyarakat, diketahui jika salah satu kelompok berasal dari sekolah yang ada di sekitar situ.

Pihaknya melalui Satuan Bina Masyarakat (Satbinmas) akan melakukan pendataan sekolah yang sering terlibat aksi tawuran. Nantinya akan dilakukan pembinaan baik melalui sosialisasi maupun penyuluhan terhadap tenaga pendidik maupun siswa itu sendiri. “Nanti kan kita cari tahu, betul tidak dari siswa sekolah yang disitu. Kalau iya, Binmas akan mendatangi dan melakukan pembinaan atau sosialisasi,” bebernya. Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun hal itu meresahkan warga setempat dan pengguna jalan. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jumlah Pengaduan PKY Jateng Naik 29 Laporan

SEMARANG - Jumlah pengaduan maupun konsultasi di Penghubung Komisi Yudisial Wilayah (PKY) Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan. Pada 2015, tercatat 30 konsultasi dan laporan...

Beras Bantuan Banjir Bau Apek

SEMARANG- Bantuan beras untuk korban banjir bandang di wilayah RT 2 RW 3 Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, diketahui tidak layak konsumsi. Kondisi beras tersebut...

Kendal Siap Implementasikan Smart City

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Kendal tepilih  menjadi daerah role model dan implementasi Smart City Indonesia oleh Kementrian Kominfo RI. Kendal termasuk dalam 49 dalam kabupaten/kota  Indonesia yang...

Bangun 2,2 Kilometer Jalan

WONOSOBO – Program TMMD Sengkuyung tahap I, Rabu (5/4) resmi dibuka Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang. Program yang melibatkan kerjasama...

Ratusan Hewan Piaraan Kena Virus

TEGAL – Hati-hati bagi yang memiliki hewan piaran berupa kucing atau anjing. Sebab, dalam sebulan ini, sebanyak 138 hewan piaran tersebut terkena virus yang...

Granton Akui Hanya 30 Persen ke YSKAI

SEMARANG - Legal Manager PT. Granton Marketing, Sara Ayu Jecita angkat bicara terkait pemberitaan modus voucher donasi sosial untuk anak penderita kanker (charity) yang...