MAGELANG—Tes urine lanjutan kemarin dilakukan dengan sasaran sedikitnya 26 pejabat eselon di jajaran Pemkot Magelang. Sebelumnya, sejumlah pejabat itu, absen mengikuti tes urine yang digelar dadakan pada Kamis, 31 Agustus silam. Pelaksanaan tes urine susulan ini dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesabangpol) Kota Magelang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Laboratorium Kesehatan Kota Magelang.

Kepala Bidang Pengkajian Masalah Strategis Daerah dan Perlindungan Masyarakat, Kesabangpol Kota Magelang, Satiyawan Baroto, menjelaskan, tes urine susulan diikuti 11 pejabat pria dan 15 perempuan. Iwan—begitu pejabat ini intim disapa—menyampaikan, bagi pejabat Pemkot yang belum mengikuti tes urine, diminta segera melakukan. Sebab, tes urine wajib dilakukan.

Masih menurut Iwan, beberapa pejabat yang sebelumnya tidak mengikuti tes urine beralasan tengah cuti haji, mengikuti pendidikan dan pelatihan, juga ada yang beralasan sakit. Iwan menegaskan, tes urine bagi PNS untuk menjamin bahwa abdi negara di lingkungan Pemkot bersih dari narkoba. Ia tidak menutup kemungkinan, ke depan tidak hanya pejabat. Tapi semua PNS. Bahkan siswa sekolah dan masyarakat. “Ini bagian dari upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), terutama di kalangan PNS Kota Magelang. Jadi, sangat penting.”

Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko, mengatakan, melalui kegiatan ini, pihaknya berupaya untuk membersihkan PNS dari pengaruh narkoba. Sekaligus, mempersempit ruang gerak peredaran obat-obatan terlarang tersebut. Dijelaskan, tes urine untuk PNS mengacu Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang APBD 2017 dan Permendagri Nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika. Juga Surat Keputusan Wali Kota Magelang Nomor 782/74/112 Tahun 2017 tentang Pembentukan Panitia Pelaksanaan Tes Urine ASN 2017.

Jika terbukti ada oknum PNS memakai narkoba, akan diberi sanksi. “Tentu sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan,” ucap Eri. Tes urine susulan, merupakan lanjutan tes urines sebelumnya pada Kamis (31/8) lalu. Ketika itu, ratusan pejabat struktural di lingkungan Pemkot Magelang tampak terkejut ketika mendadak diadakan tes urine.

Tes urine dilakukan di ruang Adipura, kompleks Setda Kota Magelang. Ratusan pejabat struktural tersebut, sebelumnya sama sekali tidak tahu bakal ada tes urine. Sebab, mereka diundang untuk mengikuti pengarahan dari Wali Kota Sigit Widyonindito. Namun, setelah pengarahan berakhir, pejabat yang hadir dilarang keluar ruangan. Pintu pun ditutup rapat dari luar.

Mereka yang diundang terdiri atas 29 pejabat eselon II, 104 pejabat eselon III, dan 368 pejabat eselon IV. Totalnya, 501 orang. Dari 501 yang diundang, terdiri atas pria 288 orang dan perempuan sebanyak 212 orang. (*/isk)