PENDAMPINGAN : Dosen UM Magelang melakukan pendampingan dan sosialisasi pengelolaan panti asuhan yang baik bagi anak (HUMAS UM Magelang).
PENDAMPINGAN : Dosen UM Magelang melakukan pendampingan dan sosialisasi pengelolaan panti asuhan yang baik bagi anak (HUMAS UM Magelang).

MUNGKID– Untuk mewujudkan panti asuhan yang ramah anak dan bebas dari kejahatan seksual pada anak, Dosen UM Magelang Ari Suryawan, M.Pd. dan Chrisna Bagus Edhita Praja, S.H.,M.H, mengadakan kegiatan sosialisasi di Panti Asuhan. Mereka berharap, panti asuhan menjadi tempat nyaman bagi penghuninya.

Sosialisasi mengambil tema Pemberdayaan Pengasuh dalam Meminimalisir Kejahatan Seksual pada Anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut akan terus digelar secara berkelanjutan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Ari yang merupakan dosen FKIP dan Chrisna yang merupakan dosen FH UM Magelang menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian aplikatif sesuai dengan bidang studi yang menjadi concern keduanya, yakni bidang pendidikan dan ilmu hukum. “Sosialisasi ini bertujuan untuk menguatkan peran pengasuh di Panti Asuhan Muhammadiyah di Kota dan Kabupaten Magelang dalam meminimalisir kekerasan seksual pada anak di Panti Asuhan. Di samping itu juga untuk meningkatkan kualitas hidup anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Magelang,” ujar Ari.

Chrisna menambahkan, kegiatan itu dilakukan untuk mensosialisasikan Undang–Undang Penghapusan Kekerasan Seksual, serta yang tak kalah penting yakni membuat aturan di panti asuhan yang dapat meminimalisir tingkat depresi anak. Dalam acara yang diadakan dua hari di Ruang Rapat Kantor LPP UM Magelang beberapa waktu lalu itu, sebanyak 8 peserta yang diundang. Mereka adalah perwakilan pengasuh di enam panti asuhan Kota dan Kabupaten Magelang. “Format kegiatan berupa workshop yang diawali dengan pre test, sosialisasi dan diskusi serta post test,” kata Ari.

Di hari pertama, setelah mengikuti pre test, para peserta mendapatkan sosialisasi bertema “Bahaya Kejahatan Seksual Anak” yang disampaikan oleh Ari, serta materi tentang “Perlindungan Hukum bagi Anak Korban Kejahatan Seksual” yang disampaikan oleh Chrisna. Di hari berikutnya para peserta berdiskusi dalam kelompok (FGD) membahas tema “Upaya Memimalisir Kejahatan Seksual pada Anak di Panti Asuhan.

Taryati, salah satu peserta sosialisasi yang merupakan Pengasuh Panti Asuhan Putri Aisyiyah Magelang merespon gembira kegiatan tersebut. Melalui kegiatan tersebut ia dapat mengetahui tentang bentuk-bentuk kejahatan seksual pada anak termasuk langkah pencegahannya. (sct)