PEMENANG: Ketua Yayasan Tri Dharma Klenteng Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardiyanto menyerahkan piala kepada pemenang fashion show dengan tema china costume (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU).
PEMENANG: Ketua Yayasan Tri Dharma Klenteng Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardiyanto menyerahkan piala kepada pemenang fashion show dengan tema china costume (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU).

WONOSOBO – Peringatan Sembahyang Bulan Purnama yang jatuh pada Rabu (4/10) atau tepat pada tanggal 15 tahun Imlek di Rumah Ibadah Hok Hoo Bio Wonosobo berlangsung meriah. Karena dalam peringatan tahun ini, tidak hanya digelar sembahyang, namun juga sejumlah kegiatan salah satunya bazaar kuliner dan lomba fashion show anak anak.

Ibadah Sembahyang Bulan Purnama dilakukan umat Konghucu sekitar pukul 18.00 WIB di Rumah Ibadah Hok Hoo Bio Wonosobo. Ratusan umat Konghucu melakukan pemujaan terhadap Dewa Hok Tek Cin Sien atau Dewa Amarwa Bumi. Setelah itu, di Aula belakang digelar bazaar kuliner Indonesia. Kemudian di panggung utama dihelat lomba fashion show anak anak dengan tema china fashion.

Ketua Yayasan Tri Dharma Klenteng Hok Hoo Bio Salim Kardiyanto menuturkan, peringatan sembahyang bulan purnama merupakan momentum untuk berdoa kepada penguasa alam diniatkan untuk kesejahteraan dan menjalin kebersamaan antar umat. “Sembahyang ini untuk meminta kepada penguasa alam agar kami selalu direkatkan dalam kebersamaan,” katanya.

Disebutkan dia, pada tanggal 15 tahun imlek, rembulan mempunyai cahaya sempurna berwarna keemasan penuh. Bulan itu sebagai penanda bahwa kesempurnaan dalam hidup harus menjalin kebersamaan antar manusia. Dalam momen ini, biasanya tiap umat melakukan kumpul keluarga. “Bahkan dalam acara sembahyang bulan purnama kerap menjadi ajang perjodohan. Karena antarkeluarga pada kumpul bersama merayakan padang bulan,” katanya.

Untuk peringatan tahun ini, kata Salim, selain digelar sembahyang bersama dan pertemuan antar keluarga, di Kelenteng Hok Hoo Bio juga digelar lomba fashion show serta bazaar kuliner Indonesia. Menu makanan yang dimasak oleh orang yang selama ini jarang memiliki waktu untuk masak, karena sebagian besar sibuk mengurus toko.

“Ada yang biasanya jualan baja, hari ini memasak, pedagang pakaian atau pedagang bahan bangunan, hari ini memasak kuliner Indonesia. Laba hasil penjualan makanan disumbangkan untuk kelenteng,” jelasnya. (ali/ton)