Relawan Kampung Siaga Bencana Dikukuhkan

412
SIAGA: Bupati Wonosobo Eko Purnomo secara simbolis menyerahkan berbagai alat dalam menghadapi bencana serta alat saat berada di pengungsian (IST).
SIAGA: Bupati Wonosobo Eko Purnomo secara simbolis menyerahkan berbagai alat dalam menghadapi bencana serta alat saat berada di pengungsian (IST).

WONOSOBO – Desa Serang, Kecamatan Kejajar, ditetapkan sebagai kampung siaga bencana. Desa di kawasan Lereng Dieng ini ditetapkan karena masyarakat memiliki kesadaran dalam melakukan pengurangan risiko bencana (mitigasi) yang sudah dilakukan dalam sepekan terakhir.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo menuturkan, bencana alam bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan dapat menimpa siapa saja. Oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat harus mampu untuk mengetahui serta memahami tentang masalah kebencanaan, baik dalam aspek regulasi atau peraturan perundang-undangannya, kelembagaannya, tindakan penanggulangannya, maupun aspek sistem koordinasinya.

“Apalagi Kabupaten Wonosobo dengan kondisi wilayah yang berbukit-bukit sangat rawan terhadap musibah tanah longsor, di samping juga rawan terhadap bencana tanah bergerak maupun patahan,” katanya usai mengukuhkan 60 relawan kampung siaga bencana Desa Serang Kecamatan Kejajar Rabu (5/10) di lapangan Desa setempata.

Eko memberikan apresiasi positif dengan dilaksanakannya rangkaian kegiatan Pencanangan Desa Serang sebagai Kampung Siaga Bencana tersebut. Menurutnya, dalam rantai penyelamatan, masyarakat adalah garda terdepan sebagai penolong pertama, di mana dalam waktu 24 sampai 72 jam pertama terjadinya bencana, masyarakat sering terpaksa menyelamatkan diri mereka sendiri dan keluarganya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Wonosobo Muawal Soleh menjelaskan, masyarakat telah mengikuti rangkaian kegiatan selama 3-5 Oktober 2017. “Penyuluhan bencana kepada 100 orang peserta, dilanjutkan dengan pelatihan siaga dan tanggap bencana yang diikuti oleh 60 relawan, terakhir ditutup dengan upacara pengukuhan 60 relawan, dan simulasi bencana tanah longsor. Secara total seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh 410 orang peserta,” katanya. (ali/ton)