Mural Nasionalisme Hiasi Lingkungan Warga Genuk

575
MURAL : Salah satu warga terlihat masih menyelesaikan mural nasionalisme di Kampung Genuk Krajan Kecamatan Ungaran Barat, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MURAL : Salah satu warga terlihat masih menyelesaikan mural nasionalisme di Kampung Genuk Krajan Kecamatan Ungaran Barat, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Wajah Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tampak sumringah di salah satu sudut tembok RT 2/8 Kampung Genuk Krajan Kecamatan Ungaran Barat, Kamis (5/10) kemarin.

Tak ketinggalan, wajah-wajah para pahlawan nasional seperti RA Kartini, Bung Hatta, Pangeran Diponegoro, dan Panglima Jenderal Sudirman. Ketua RT 2/8 Kampung Genuk Krajan, Joko Prasetyo mengatakan bahwa mural tersebut merupakan kreativitas dari warga setempat. “Mural ini sebagai bentuk penanaman cinta NKRI warga, sehingga warga memvisualisasikannya melalui seni lukis,” kata Joko.

Mural tersebut dilukiskan di sepanjang tembok jalan kampung. Adapun biaya untuk mural berasal dari iuran sukarela warga. Mereka menyisihkan uangnya untuk dikumpulkan dan dibelikan cat. Menurut Joko, saat ini semangat nasionalisme semakin menurun, lantaran masuknya budaya-budaya luar. “Secara tidak disadari, kita melupakan siapa kita. Melalui mural ini, sebagai bentuk peringatan siapa jatidiri kita,” katanya.

Ia berharap, mural tersebut akan memberikan dampak positif bagi warga setempat. Tidak sedikit masyarakat yang lewat di tempat mural pahlawan dilukis, menyempatkan diri berselfie ria. “Intinya, kreativitas ini untuk mengokohkan dalam diri warga sikap nasionalisme, bahwa NKRI harga mati. Makanya salah satu lukisan yang dibuat adalah peta dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Salahsatu warga setempat, Yulianto, 37, mengatakan semangat cinta tanah air perlu dipupuk sejak dini. Selain meningkatkan rasa cinta tanah air, lanjutnya, mural tersebut juga mempercantik ruang publik di sepanjang jalan tersebut. “Mural ini sebenarnya digambar beberapa kali proses, karena kondisi cuaca,” katanya.

Sehingga warga harus menunggu cat kering dahulu, supaya dapat dilanjutkan kembali aksi muralnya. “Semua yang kita lukis ini merupakan orang-orang terpilih yang mengharumkan nama bangsa,” katanya.

Dikatakannya, awal mulanya mural dilakukan oleh salahsatu warga setempat, Turkamun, 52, yang memiliki kemampuan melukis. Turkamun membuat sket untuk masing-masing gambar. “Kemudian diteruskan warga yang mewarnainya,” katanya.

Turkamun mengatakan cuaca menjadi kendala saat pelaksanaan mural. “Kalau pas cuacanya cerah, muralnya dilanjutkan kembali,” katanya. Warga setempat menyelesaikan mural tersebut kurang lebih memakan waktu 3 hari. (ewb/ida)