KERACUNAN : Petugas Reskrim Polsek Wiradesa Polres Pekalongan sedang memintai keterangan korban keracunan di Puskesmas Wonokerto 2, Kamis (5/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KERACUNAN : Petugas Reskrim Polsek Wiradesa Polres Pekalongan sedang memintai keterangan korban keracunan di Puskesmas Wonokerto 2, Kamis (5/10) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Puluhan warga Dukuh Ketepeng, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, diduga mengalami keracunan makanan secara masal, Kamis (5/10) kemarin. Akibatnya sebanyak 38 warga, harus dirawat di Puskesmas Wonokerto 2 dan sebagian dilarikan ke Puskesmas Wiradesa.

Kejadian bermula ketika warga mengadakan pengajian di Musala Darul Afiah, di Dukuh Ketepeng, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Rabu malam (4/10) kemarin. Dalam acara tersebut, warga menikmati hidangan jajanan yang dibuat oleh warga sendiri, yakni jajanan berupa nuget terbuat dari beras, kentang yang digulung tepung.

Namun esok harinya, Kamis (5/10) kemarin, puluhan warga yang menikmati hidangan nuget tersebut, mengalami gejala sakit yang sama. Yakni mual-mual dan kepala terasa pusing. Bahkan, ada beberapa yang sakit hingga pingsan. Puluhan warga Dukuh Ketepeng tersebut, akhirnya dilarikan ke Puskesmas Wonokerto 2 untuk menjalani perawatan.

Kepala Desa Rowoyoso, Solikhin, membenarkan bahwa ada 40-an warga desanya yang mengalami keracunan makanan, usai menikmati hidangan berupa nuget yang dibuat oleh warga atau ibu–ibu di sekitar Dukuh Ketepeng.

Menurutnya, saat ini ada 38 warga Dukuh Ketepeng yang menjalani pengobatan di Puskesmas Wonokerto 2. Bersyukur, tidak ada yang meninggal dunia, hanya menjalani rawat jalan saja. “Semula yang sakit dengan gelala mual dan pusing hanya 5 orang. Namun selang beberapa jam, jumlahnya semakin banyak, ada 40-an orang yang dibawa ke Puskesmas. Saat ini tinggal 6 orang, yang masih dirawat,” ungkap Solikhin.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Damyar menjelaskan bahwa kejadian bermula saat puluhan korban tersebut mengadakan pengajian dan penyantunan anak yatim di Musala Darul Afiah Dusun Ketepeng. Para korban menyantap hidangan yang mereka buat sendiri, yakni berupa nuget. Namun, keesokan harinya puluhan korban mengalami mual dan pusing.

Menurutnya, saat ini sisa bahan makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan masal, sudah diamankan pihak unit Reskrim Polsek Wiradesa guna proses penyelidikan. “Dari informasi warga Dukuh Ketepeng Desa Rowoyoso, warga yang mengadakan pengajian di Musala Darul Afiah menyantap sajian makanan berupa snack, di antaranya nuget bulat yang terbuat dari beras kentang, yang digulung tepung paniri. Kemudian, warga yang makan nuget tersebut, pagi harinya merasa mual pusing dan muntah – muntah sehingga dirawat di Puskesmas Wonokerto II,” jelas AKP M Dahyar. (thd/ida)