Vokalis Band Akustik

514
Titis Wisik Dewandari (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang).
Titis Wisik Dewandari (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang).

TITIS Wisik Dewandari mengawali dunia tarik suara mulai kelas 3 SD. Bakatnya itu semakin terasah, setelah kerap mengikuti lomba, baik di sekolah maupun luar sekolah. Beberapa penghargaan yang pernah diraih, di antaranya Juara 3 Pop Singer Piala Wali Kota Salatiga (2009), Juara 1 Singing Competition (2009), dan Juara 1 Solo Anak Putri Pesparawi Jawa Tengah (2010).

Mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini,

setelah sukses menjadi Juara 1 Solo Vokal Anak Putri Pesparawi Jateng, kemudian berlanjut ke tingkat nasional di Kendari. Saat itu, ia mendapatkan teknik seriosa dengan genre musik klasik. Selama kurang lebih 2,5 tahun, Titis mempelajarinya. Ia juga mulai menyenangi lagu bergenre jazz dan bluesy. Ia sempat membentuk grup band yang berjumlah 13 orang dengan genre pop jazzblues etnik.

“Band itu awalnya cuma buat lomba natal di UKSW, tapi akhirnya sampai ikutan festival band,” kenang Titis.

Usai menyelesaikan pendidikan SMA, band tersebut sempat vakum dan bubar. Titis bersama teman dekatnya, Yonathan, kemudian membentuk grup band bernama Gaung. Titis sebagai vokalisnya. Grup band tersebut beraliran folk atau saat ini dapat diartikan sebagai band yang membawakan lagu indie. Ia kerap mendapat job manggung, hingga Gaung terus melenggang dengan sistem Project Berdua. Tidak hanya bernyanyi dan diiringi gitar, Titis juga ahli dalam bermusik, salah satunya musik tradisional seperti alat musik perkusi, yakni seker dan marakas.

Kini, gaung menjadi salah satu grup band akustik yang tergabung dengan komunitas bermusik folk Salatiga, yaitu Sorekustik. Sembari menjalani aktivitas bernyanyi, bermusik, dan mendalami karakter grup band, Titis saat ini juga aktif di kegiatan annual drama musical yang akan ditampilkan pada akhir Maret tahun depan di UKSW Salatiga. (mg47/aro)