RAMAIKAN PERSAINGAN: Kepala SDN 3 Kertosari Sudjari (paling kiri) beserta para siswa dan pendidiknya saat ditemui di sekolah (M ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
RAMAIKAN PERSAINGAN: Kepala SDN 3 Kertosari Sudjari (paling kiri) beserta para siswa dan pendidiknya saat ditemui di sekolah (M ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL – SDN 3 Kertosari tak mau kalah dengan sekolah inti di Kecamatan Singorojo. Pasalnya sekolah ini menerapkan sistem pembelajaran inovatif. Buktinya sekolah ini masuk tiga besar dalam rangking nilai akademik  di UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Singorojo.

Bagi, Kepala SDN 3 Kertosari, Sudjari mempunyai pengajar  yang sebagian besar  masih berstatus  wiyata bakti  tidak menyurutkan sekolah untuk terus berinovasi dalam pendidikan. Menurutnya, misi para pendidik-pendidiknya  terjun di dunia pendidikan tidaklah berorientasi  pada materi semata namun lebih kepada  suatu pengabdian sebagai seorang guru. “Disini ada yang  mulai dari  2004 sampai sekarang  masih wiyata,” ungkapnya.

Kendati demikian, diakuinya semangat dan totalitas yang diberikan para pendidik yang masih berstatus wiyata tidak kalah dengan yang sudah berstatus pegawai.”Mereka  itu mempunyai  Jiwa pendidik dan merasa  bertanggung jawab dalam memajukan pendidikan,” tuturnya.

Diakuinya, walaupun dalam kondisi yang jauh dari ideal baik SDM maupun sarana pendukung lainnya pihaknya selalu  berupaya   menggunakan dan memaksimalkan kondisi yang ada. “Kita gunakan sarana yang tersedia  sembari melakukan inovasi-inovasi, buktinya bisa dilihat di kelas-kelas  yang ada di SDN 3 Kertosari.  Mulai dari depan kelas  kebersihan dan penghijauan tanaman tergolong baik,” lanjutnya.

Setidaknya ada lebih dari lima tanaman hias yang tumbuh subur dan terawat di depan kelas. Soal kebersihan, sudah di sediakan tong sampah di masing–masing kelasnya. Kemudian di dalam ruang kelasnya tidak kalah dengan sekolah-sekolah unggulan sebut saja alat-alat peraga mulai  ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial tersedia.

Selain itu, kreasi-kreasi siswa dari barang-barang bekas dan kertas juga tertempel rapi di dinding-dinding kelas sebagai hiasan. Bahkan, yang paling mencolok adalah adanya pohon  di dalam kelas yakni pohon-pohonan dengan tinggi lebih dari satu meter terbuat dari bekas tanaman kemudian daunnya dibuat dari kertas yang telah dibentuk.

Yang menarik, di dalam setiap  lembar daun terdapat tulisan-tulisan siswa yang berisi tentang  pengetahuan alam dan pengetahuan umum yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah. “Jadi, setiap melihat pohon  tersebut para siswa juga sekaligus belajar dan mendapatkan pengetahuan,” katanya.

Maka, tidak heran jika selama ini SDN 3 Kertosari cukup diperhitungkan diantara sekolah-sekolah lain di Kecamatan Singorojo. (zen/bas)