KERAP LONGSOR: Penambang galian C berusaha mengevakuasi korban dengan menyingkirkan batu dan pasir yang menimbun tiga penambang (ISTIMEWA).
KERAP LONGSOR: Penambang galian C berusaha mengevakuasi korban dengan menyingkirkan batu dan pasir yang menimbun tiga penambang (ISTIMEWA).

MUNGKID— Aktivitas penambangan pasir di gunung Merapi kembali memakan korban. Rabu (4/10) kemarin,  penambang manual tertimbun material longsor saat asyik menggali.  Satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka. Korban meninggal bernama  Sumardi, 50. Sedangkan dua lainnya, masing-masing Suparno, 40, mengalami luka patah punggung; dan Yudi Purnomo, 32, luka ringan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu,  longsor terjadi sekitar pukul 08.45. Pagi itu, tiga penambang menggali  pasir di alur sungai Bebeng area Tanggulangsi. Kawasan itu dekat Dusun Cepagan Desa, Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Tiga warga Sempu, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta  itu menggali material pasir di bekas penambangan yang membentuk cekungan dalam. Cekungan berkedalaman lima meter. Nah, ketika korban sibuk menggali,  tiba-tiba gundukan pasir di atas mereka mengalami longsor. Tak pelak, ketiganya tertimpa lelongsoran batu dan pasir.  ”Korban yang tewas sedang menggali di bagian paling bawah. Kalau dua rekannya yang selamat, posisinya di atas,” ucap Eryanto,  saksi mata kejadian.

Begitu tertimpa longsor, korban selamat berteriak meminta tolong. Sejumlah penambang yang berada di sekiar lokasi, bergegas memberikan pertolongan kepada para korban. ”Korban terakhir kita angkat sekitar setengah jam kemudian, tapi sudah dalam kondisi tewas.”

Tidak lama kemudian, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Korban selamat dan meninggal dilarikan ke RSUD Murangan, Kabupaten Sleman.  ”Kita sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan melakukan olah TKP.  Kesimpulannya, kejadian itu murni kecelakaan,” kata Kasubag Humas Polres Magelang, AKP Santoso. Menurut Santoso, lokasi penambangan cukup membahayakan keselamatan para penambang. Pihaknya sudah berkali-kali memperingatkan untuk tidak melakukan kegiatan penambangan di lokasi tebing.

Sebelum ini, kejadian kecelakaan tambang juga terjadi di alur Kali Bebeng, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, awal Agustus lalu. Seorang penambang manual bernama Suryantoro, 31, warga Kemiren Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, meninggal dunia.  Maret 2017 lalu, pasangan suami istri, Kadiyono, 45, dan Lasmini, 52—sepasang penambang—juga tewas tertimpa longsoran pasir di kawasan Bego Pendem, Dusun Jamburejo, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Keduanya,  warga Dusun Santren, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan. Mereka tertimpa tebing setinggi 5 meter. (vie/isk)